logo


Ubedilah Badrun: Megawati Harus Tegur Keras Jokowi Karena Sudah Buat Malu Soekarno

Analis sosial politik UNJ menilai Jokowi sudah membuat Indonesia masuk ke dalam perangkap utang (debt trap) sehingga negara kehilangan kedaulatannya.

16 April 2021 18:39 WIB

Jokowi dan Megawati
Jokowi dan Megawati net

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri harus menegur secara keras Presiden Joko Widodo yang notabene adalah kader partai berlambang banteng dengan mata merah dan moncong putih, karena kebijakan yang dibuat telah melenceng dari ajaran pendiri bangsa, Soekarno dan memalukan nama partai.

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, menjelaskan, memalukan PDIP dan Soekarno adalah tata cara presiden yang karib disapa Jokowi itu dalam mengelola negara dengan utang secara ugal-ugalan.

“Itu selain membuat negara masuk perangkap utang (debt trap) juga membuat negara kehilangan kedaulatannya,” tutur Ubeidilah, kepada wartawan pada Jumat (16/4).


Bicara Soal Perlindungan Warga, Moeldoko Tegaskan Prioritas Presiden

Menurut Ubedilah, utang yang ugal-ugalan itu akan menimbulkan bahaya dan menjadi warisan bagi para generasi bangsa mendatang. Tentunya, sambung Ubeidilah, hal itu bertentangan dengan ajaran Soekarno soal Trisakti, salah satunya berdikari di bidang ekonomi.

“Jika rezim ini terus mengelola negara dengan cara seperti ini, maka kemungkinan besar jeratan ini akan terjadi hingga 100 tahun ke depan. Bangsa yang tidak memiliki kedaulatan ekonomi. Ini bertentangan dengan ajaran Trisakti Bung Karno soal berdikari di bidang ekonomi,” sesal Ubeidilah.

Atas alasan itu, Ubedilah menilai rezim Jokowi sudah memalukan Soekarno. Sebab, Jokowi kerap mempertontonkan jargon-jargon ideologi politik ekonomi Soekarno, tetapi tidak mampu menjalankan pemikiran Soekarno.

“Saya kira Megawati sebagai pemimpin partai berkuasa mestinya melakukan langkah keras kepada Jokowi yang petugas partai itu,” tegasnya.

“Jika Megawati tidak melakukan langkah keras itu, maka maaf kesimpulannya realitas itu membenarkan analisis bahwa Megawati bukan anak ideologisnya Soekarno. Gagasan Soekarno hanya dipakai untuk jualan suara saat kampanye pemilu saja,” pungkas Ubedilah.

Gubernur Anies Minta Jual Saham Perusahaan Bir, PDIP: Sisi Manfaatnya Harus Dilihat Secara Utuh

Halaman: 
Penulis : Admin