logo


Sri Mulyani dan Luhut Pandjaitan Pantas Diganti, Jokowi Berani Tidak?

Reshuffle kabinet bukan sekadar hak prerogatif presiden. Jokowi harus mendengar pemilik modal dan partai pendukung.

16 April 2021 17:29 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Instagram @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat politik Ubedilah Badrun angkat bicara soal isu perombakan kabinet yang mencuat akhir-akhir ini. Menurutnya, ada beberapa menteri yang layak diganti, antara lain Nadiem Makarim, Johnny Plate, Sri Mulyani, Luhut Panjaitan, M Luthfi, dan Yasin Limpo.

Badrun menilai keenam menteri tersebut pantas dicopot Presiden Jokowi karena korban lemahnya orkestrasi. Dia juga menyebut mayoritas menteri di Kabinet Indonesia Maju memiliki kinerja yang buruk yang berimbas pada jalannya roda pemerintahan.

“Kalau soal menteri yang layak dicopot karena korban lemahnya orkestrasi itu banyak. Di antaranya Nadiem Makarim, Johnny Plate, Sri Mulyani, Luhut Panjaitan, M Luthfi, dan Yasin Limpo,” ujar Ubedilah Badrun, dilansir dari RMOL, Jumat (16/4).


Legowo Demokrat Tak Masuk Kabinet, Andi Arief: Kami Tidak Pernah Berharap

Kendati begitu, Badrun menyadari perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Namun, Jokowi tentu punya beragam pertimbangan untuk menjalankan hal itu.

“Masalahnya Jokowi berani tidak? Reshuffle kabinet kan bukan sekadar hak prerogatif presiden, tetapi juga presiden mesti mendengar pemilik modal dan mendengar partai-partai pendukung yang memiliki kontribusi besar saat pilpres lalu,” tegasnya.

Soal Inisial M yang Di-reshuffle, Pengamat: Kemungkinan Besar Moeldoko

Halaman: 
Penulis : Iskandar