logo


Politikus PKPI: Para Pembantu Pak Jokowi Kebanyakan Gak Bernyali

Seandainya punya kekuasaan, Teddy mengaku bakal menjerat hukum oknum kepala daerah yang melarang rumah makan jualan siang hari selama Ramadan.

16 April 2021 16:20 WIB

Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi Twitter

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi menyoroti aturan Pemerintah Kota Serang, Banten yang melarang rumah makan berjualan pada siang hari selama bulan Ramadan.

Seandainya punya kewenangan, Teddy mengaku bakal menjerat hukum para oknum yang membuat aturan tersebut. Dia lantas menuding jajaran pemerintahan Jokowi tak memiliki nyali untuk menertibkan kepala daerah.

“Ya kalau gue punya kekuasaan, gue pastikan mereka dijerat hukum. Aturan hukumnya sudah ada. Masalahnya para pembantu pak @jokowi kebanyakan gak bernyali untuk menjalankan hal itu,” cuitnya lewat akun Twitter @TeddyGusnaidi, dikutip Jumat (16/4).


Legowo Demokrat Tak Masuk Kabinet, Andi Arief: Kami Tidak Pernah Berharap

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Serang melarang restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan pada siang hari selama bulan Ramadan.

Berdasarkan surat Imbauan Bersama nomor 451.13/335 -Kesra/2021 tentang Peribadatan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, restoran dan sejenisnya tutup pada pukul 04.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Jika ada pengelola restoran, rumah makan dan kafe yang nekat beroperasi pada saat waktu yang dilarang, maka bisa terancam sanksi berupa hukuman 3 bulan penjara atau denda maksimal Rp 50 juta.

"Bilamana masih melaksanakan, masih buka, masih melayani di siang hari, maka itu akan dikenakan sanksi. Sanksinya pidana bisa berbentuk sanksi kurangan badan lebih kurang 3 bulan dan sanksi uang maksimal Rp 50 juta," ujar Kepala Bidang PPHD Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang Tb Hasanudin kepada wartawan usai melakukan pengawasan, Rabu (14/4).

Soal Inisial M yang Di-reshuffle, Pengamat: Kemungkinan Besar Moeldoko

Halaman: 
Penulis : Iskandar