logo


Wacana Poros Partai Islam Dinilai Perkuat Politik Identitas, Zulhas: Harus Kita Hindari

Zulhas sebut politik identitas hanya menimbulkan ketegangan di masyarakat.

16 April 2021 04:30 WIB

Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan Fajar.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan turut menanggapi wacana pembentukan poros partai Islam. Menurutnya, wacana tersebut bertentangan dengan upaya rekonsiliasi nasional.

"Dalam satu-dua hari ini, saya menyimak munculnya wacana pembentukan koalisi partai Islam untuk pemilu tahun 2024. Saya menilai wacana ini justru kontra produktif dengan upaya kita melakukan rekonsiliasi nasional, memperkuat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negara," kata Zulkifli dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Zulhas sapaan akrabnya khawatir munculnya poros partai Islam akan memperkuat politik identitas sebagaimana pilpres 2019 lalu. Padahal, kata Zulhas, politik identitas hanya menimbulkan ketegangan di masyarakat.


Gubernur Papua Pergi ke Luar Negeri Secara Ilegal, PAN: Memalukan Negara Kita

"Masih jelas dalam ingatan kita Pilpres 2019 begitu kuat menggunakan sentimen SARA dan politik aliran, politik identitas. Luka dan trauma yang ditimbulkan oleh ketegangan dan tarik-menarik itu masih terasa. Rakyat masih terbelah, meskipun elite cepat saja bersatu. Buktinya capres dan cawapres yang menjadi lawan dari pasangan pemenang kini sudah bergabung," ujarnya.

"Menanggapi wacana koalisi partai Islam 2024 itu, PAN melihat justru ini akan memperkuat politik aliran di negara kita. Sesuatu yang harus kita hindari. Semua pihak harus berjuang untuk kebaikan dan kepentingan semua golongan," sambungnya.

Lebih lanjut, Zulhas mengatakan bahwa PAN saat ini sedang berjuang untuk memperkuat politik gagasan, politik yang mengedepankan konsep dan program. Ia menilai semua pihak seharusnya bersama-sama berpikir untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 

Muncul Wacana Reshuffle, PAN Diprediksi Masuk Kabinet

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×