logo


Menlu AS Mendadak Kunjungi Afghanistan, Ada Apa?

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Kamis (15/4) mengadakan kunjungan ke kabul untuk bertemu dengan sejumlah tokoh pemerintah guna membahas mengenai rencana penarikan mundur semua personil militer AS

15 April 2021 20:45 WIB

Antony Blinken
Antony Blinken cbs news

KABUL, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken secara mendadak melakukan kunjungan ke Kabul pada Kamis (15/4) dan bertemu dengan sejumlah tokoh pemerintah Afghanistan, guna membahas mengenai rencana penarikan semua personil militer AS pada 11 September mendatang.

"Kami memiliki hubungan kemitraan yang meski berubah, tetapi tetap bertahan, dan seperti yang telah kita diskusikan dan seperti yang dikatakan oleh presiden (Joe Biden), kita sudah masuk ke babak baru, tetapi ini adalah babak baru yang kita tulis bersama," kata Blinken, berbicara di istana presiden di Kabul Kamis sore, dikutip Sputniknews.

Sementara itu, Kepala Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan Abdullah Abdullah mengatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan yang sudah dibuat oleh Washington. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada personil militer AS yang sudah banyak berkorban selama 20 tahun berjuang melawan terorisme di Afghanistan.


Nggak Cuma Indonesia, Ternyata Malaysia Juga Bakal Larang Warganya untuk Mudik

"Terima kasih tuan menteri (Amerika Serikat). Anda sudah bersama dengan kami dalam dua puluh tahun terakhir. Anda sudah berkontribusi besar dan berkorban bersama dengan rakyat kami...Keputusan mengenai bergerak ke fase berikutnya menuju babak baru tersebut, kami menghargainya," kata Abdullah.

"Terima kasih karena anda terus berkomitmen dan mendukung perdamaian...dan juga melanjutkan komitmen (AS) terhadap rakyat Afghanistan," tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Blinken juga bertemu dengan Presiden Ashraf Ghani. Blinken mengatakan bahwa meski semua personil militer AS ditarik dari Afghanistan, tapi hubungan kerjasama strategis antara Kabul dan Washington akan tetap dilanjutkan.

Iran Bisa Tingkatkan Penggunaan Uranium hingga 90 Persen tapi Tidak untuk Bikin Senjata Nuklir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia