logo


Soal Larangan Rumah Makan Buka Siang Hari, Kemenag Sebut Berlebihan

Kementerian Agama (Kemenag) menanggapi adanya larangan rumah makan berjualan di siang hari selama Ramadhan di beberapa daerah.

15 April 2021 19:06 WIB

Gedung Kementerian Agama.
Gedung Kementerian Agama. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) menanggapi adanya larangan rumah makan berjualan di siang hari selama Ramadhan di beberapa daerah. Juru bicara Kemenag, Abdul Rochman, menilai kebijakan tersebut terlalu berlebihan.

"Kebijakan ini tidak sesuai dengan prinsip moderasi dalam mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, dan cenderung berlebih-lebihan," kata Abdul dalam keterangannya, Kamis (15/4).

Menurut Abdul. larangan tersebut diskriminatif dan melanggar hak asasi manusia.


Soal Polemik Penceramah PT Pelni, Wamenag: Penolakan Akibat Ulah Ustaz Itu Sendiri

Sementara itu, Staf Khusus Kemenag, Adung, meminta kebijakan tersebut ditinjau ulang. Ia meminta semua pihak untuk saling menghormati.

"Saya harap ini bisa ditinjau ulang. Semua pihak harus bisa mengedepankan sikap saling menghormati. Bagi mereka yang tidak berpuasa diharapkan juga bisa menghormati yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sebaliknya, mereka yang berpuasa agar bisa menahan diri dan tetap bersabar dalam menjalani ibadah puasanya," kata Adung.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Serang, Banten, melarang rumah makan, kafe, restoran, dan warung nasi untuk berjualan pada siang hari selama Ramadhan. Larangan tersebut tertuang dalam Imbauan Bersama Nomor 451.13/335-Kesra/2021.

Pemkot Serang Larang Restoran Jualan Siang Hari Saat Ramadan, Teddy PKPI: Pak Menag dan Pak Mendagri Layak Tangani Kekonyolan Ini

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata