logo


Wacana Poros Partai Islam, PPP Bicara Soal Pilpres 2024

Wacana mengenai poros partai Islam di 2024 menguat.

15 April 2021 16:45 WIB

Arsul Sani
Arsul Sani Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wacana mengenai poros partai Islam di 2024 menguat. Waketum PPP, Arsul Sani, mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan adanya koalisi partai Islam.

"Pilpres 2024 kan masih 3 tahun lagi, jadi kalau dari sisi konfigurasi poros parpol masih cair dan terbuka. Namun harus diakui dalam konteks pembedaan partai Islam atau berbasis umat Islam dengan partai nasionalis, maka koalisi partai-partai berbasis Islam atau umat Islam bukan sesuatu yang tertutup," kata Arsul kepada wartawan, Kamis (15/4).

Arsul mengatakan bahwa kemungkinan konfigurasi bisa bertambah dari partai nasionalis. Arsul mengatakan bahwa partainya membangun komunikasi dengan partai politik mana pun.


Minta Lingkaran Istana Tak Dramatisir soal Reshuffle Kabinet, PPP Tegaskan Hanya Jokowi yang Tahu

"Meski bagi PPP konfigurasi semacam itu juga bisa ditambah dengan partai nasionalis. Bagi PPP sendiri yang sedang membangun silaturahmi baik dengan sesama partai Islam atau berbasis umat Islam maupun dengan partai-partai nasionalis, maka sekarang belum sampai pada tahapan pembicaraan koalisi," ujar Arsul.

Arsul mengatakan bahwa PPP tidak ingin ada pembelahan masyarakat di Pilpres 2024 seperti yang terjadi di pilpres sebelumnya.

"Tahapan sekarang yang PPP diskusikan dengan partai-partai itu, antara lain adalah bagaimana agar pengalaman Pilpres 2014 dan 2019 lalu yang secara diametral membelah masyarakat kita itu tidak terulang kembali di Pilpres 2024," kata Arsul

"PPP sebagai parpol berharap bahwa efek segregasi karena Pilpres ini tidak terus terulang karena menguras energi kita bahkan setelah Pilpres itu sendiri selesai. Nah ini tentu perlu pemikiran dan komitmen bersama semua parpol yang akan mengusung paslon di Pilpres," pungkasnya.

Muncul Wacana Reshuffle, PAN Diprediksi Masuk Kabinet

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata