logo


Korsel Bakal Gugat Jepang jika Nekat Lanjutkan Rencana Pembuangan Air Limbah Nuklir

Rencana pemerintah Jepang membuang air limbah nuklir Fukushima mendapat pertentangan dari negara-negara tetangga.

15 April 2021 14:15 WIB

Fasilitas nuklir Fukushima di Jepang
Fasilitas nuklir Fukushima di Jepang istimewa

SEOUL, JITUNEWS.COM - Presiden Korea Selatan Moon Jae In telah meminta sejumlah pejabat pemerintahannya mempertimbangkan untuk melayangkan petisi kepada pengadilan internasional terkait keputusan pemerintah Jepang yang berencana untuk segera membuang air limbah fasilitas nuklir Fukushima ke Samudera Pasifik.

Pada Selasa (13/4), Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dikabarkan telah memanggil duta besar Jepang untuk Seoul, Koichi Aiboshi, untuk menyampaikan kekhawatiran Korea Selatan atas rencana Jepang tersebut. Menurut Kemenlu Korea Selatan, pembuangan air limbah nuklir tersebut berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat.

"Ada banyak kekhawatiran mengenai keputusan tersebut mengingat (kami) adalah negara yang secara geografis sangat dekat dan berbagi wilayah perairan dengan Jepang," kata Presiden Moon Jae In, dikutip Sputniknews.


Minta Pihak Asing Tak Intervensi Urusan Hong Kong, China: Kami Akan Beri Pelajaran

Selain Korea Selatan, China dan Taiwan juga menentang keputusan Jepang tersebut.

Zhao Lijian, juru bicara Kemenlu China pada Rabu (14/4) mengatakan bahwa "Jepang seharusnya tidak membiarkan seluruh dunia membayar atas perlakuan mereka (Jepang) terhadap air limbah (nuklir) ini."

Zhao bahkan menantang Deputy Perdana Menteri Jepang Taro Aso untuk menjadi orang yang pertama mencicipi jika air limbah nuklir tersebut diyakini aman bagi lingkungan.

Khamenei Sebut Proposal AS terkait Perjanjian Nuklir Tak Layak Dipertimbangkan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia