logo


Khamenei Sebut Proposal AS terkait Perjanjian Nuklir Tak Layak Dipertimbangkan

Pemimpin tertinggi Iran mengatakan bahwa proposal AS mengenai rencana mereka kembali masuk ke dalam perjanjian nuklir JCPOA sangat arogan dan menghina Iran

15 April 2021 13:51 WIB

Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei
Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei pada Rabu (14/4) mengatakan bahwa proposal yang diajukan oleh Amerika Serikat terkait perjanjian nuklir Iran 2015 atau JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) tidak layak untuk dipertimbangkan.

Pada bulan lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan bahwa Washington bersedia mencabut sejumlah sanksi terhadap Teheran, jika Iran bersedia mematuhi kembali aturan yang disepakati dalam perjanjian nuklir tersebut.

"Proposal mereka sangat arogan dan menghina serta tidak layak untuk dilihat," kata Khamenei dalam sebuah siaran televisi Iran sebagai tanggapan atas proses negosiasi yang saat ini tengah dilangsungkan di Vienna, Austria.


Terkait Penarikan Pasukan dari Afghanistan, Rusia Minta AS Patuhi Kesepakatan dengan Taliban

Khamenei mencatat bahwa meskipun Washington menyampaikan keinginannya untuk bernegosiasi, namun sebenarnya mereka tidak berniat untuk "menerima kebenaran".

Menurutnya, proses negosiasi yang diperpanjang tersebut akan merugikan Iran.

Seperti diketahui, Iran dan sejumlah negara menandatangani perjanjian nuklir JCPOA pada 2015 lalu. Di bawah perjanjian tersebut, Iran harus menurunkan skala pengembangan program nuklirnya. Sebagai gantinya, semua sanksi internasional yang sebelumnya sudah dijatuhkan kepada Iran akan dicabut. Namun, pada 2018 lalu, Donald Trump membawa AS keluar dari perjanjian tersebut dan mulai menjatuhkan sanksi terhadap Iran.

Minta Pihak Asing Tak Intervensi Urusan Hong Kong, China: Kami Akan Beri Pelajaran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×