logo


Minta Pihak Asing Tak Intervensi Urusan Hong Kong, China: Kami Akan Beri Pelajaran

Keputusan China untuk memberlakukan UU Keamanan Nasional baru di Hong Kong telah mendapat perlawanan dari rakyat Hong Kong dan negara-negara barat

15 April 2021 12:00 WIB

Bendera Hong Kong (kanan) dan China (kiri)
Bendera Hong Kong (kanan) dan China (kiri) istimewa

HONG KONG, JITUNEWS.COM - Luo Huining, salah satu pejabat China yang bertugas di Hong Kong, pada Kamis (15/4) memperingatkan bahwa semua pihak asing akan diberi pelajaran jika mereka berupaya memanfaatkan status Hong Kong sebagai salah satu finansial-hub global untuk meningkatkan tensi antara China dengan sejumlah negara barat.

"Kami akan beri pelajaran bagi semua pihak asing yang berniat menjadikan Hong Kong sebagai sebuah bidak," kata Luo, dikutip Reuters.

Seperti diketahui, hubungan China dengan negara-negara barat, seperti Amerika Serikat, Kanada dan Inggris, mulai memburuk usai mereka memberlakukan UU Keamanan Nasional baru di wilayah bekas koloni Inggris tersebut. Kebijakan tersebut dinilai membatasi kebebasan dan hak rakyat Hong Kong, sekaligus melanggar perjanjian yang telah disepakati oleh China dengan Inggris.


Spanyol Juga Akan Tarik Keluar Pasukan Militernya dari Afghanistan

UU Keamanan Nasional tersebut memicu Inggris, Uni Eropa dan AS menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat pemerintah China. Sebaliknya, China juga menjatuhkan sanksi terhadap individu ataupun lembaga asing yang dianggap telah berupaya mengintervensi urusan dalam negerinya.

Pada awal pekan ini, sebuah surat yang ditanda-tangani oleh ratusan tokoh politik Inggris, meminta Perdana Menteri Boris Johnson untuk menambah daftar nama pejabat pemerintah China yang akan menerima sanski usai dianggap "telah melakukan pelanggaran HAM".

Terkait Penarikan Pasukan dari Afghanistan, Rusia Minta AS Patuhi Kesepakatan dengan Taliban

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia