logo


Terkait Penarikan Pasukan dari Afghanistan, Rusia Minta AS Patuhi Kesepakatan dengan Taliban

Perwakilan khusus Rusia mengatakan bahwa AS seharusnya melakukan negosiasi terlebih dahulu dengan kelompok Taliban terkait keputusan AS menarik mundur pasukan dari Afghanistan pada 11 September mendatang

15 April 2021 11:18 WIB

Pasukan AS
Pasukan AS CGTN

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Rusia meminta semua pihak untuk tidak memicu terjadinya peningkatan aktivitas militer di Afghanistan usai AS memutuskan untuk merubah jadwal penarikan pasukan militernya keluar dari Afghanistan pada 11 September mendatang. Hal itu disampaikan oleh perwakilan khusus Rusia untuk Afghanistan Zamir Kabulov.

"Kita tidak akan suka melihat adanya pengerahan militer yang lebih lanjut di Afghanistan," kata Kabulov, dikutip Sputniknews.

Keputusan AS tersebut tentu saja membuat Taliban kecewa mengingat penarikan pasukan AS dan NATO seharusnya dilakukan sebelum 1 Mei 2021, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat oleh Taliban dengan mantan Presiden AS Donald Trump.


AS Segera Umumkan Sanksi Baru untuk Rusia

"Pihak AS seharusnya menyepakati isu ini dengan kelompok Taliban, yang mana menandatangani perjanjian dengan Washington. Kesepakatan tersebut harus dipatuhi," tambah Kabulov.

Menurut Presiden AS Joe Biden, pasukan militer Amerika Serikat tidak akan tergesa-gesa dalam meninggalkan wilayah Afghanistan, dan akan terus berkoordinasi dengan negara aliansi.

Menteri Luar Negeri AS mengatakan bahwa keluarnya AS dari Afghanistan tersebut juga akan diiikuti oleh pasukan asing lain, termasuk NATO.

"Kami akan bekerja sama dalam beberapa bulan ke depan untuk penarikan pasukan dari Afghanistan secara aman...dan terkoordinir," kata Antony Blinken.

 

Spanyol Juga Akan Tarik Keluar Pasukan Militernya dari Afghanistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×