logo


Kabar Baik! Harga ICP Minyak Mentah Indonesia Capai US$ 63,50 per Barel

Kenaikan harga minyak pasar internasional dipengaruhi kesepakatan OPEC+ untuk melanjutkan pemotongan produksi hingga Bulan April 2021 dan tingkat kepatuhan OPEC+ di bulan Februari 2021 mencapai 113%.

15 April 2021 09:19 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis pasar atas aktifitas ekonomi di seluruh dunia akan semakin membaik. Hal tersebut didukung dengan pengaturan pasokan minyak mentah yang efektif, mengerek harga minyak mentah di pasar internasional selama bulan Maret 2021.

Berdasarkan keputusan Menteri ESDM harga minyak mentah Indonesia mengalami peningkatan. Berdasarkan perhitungan Formula ICP, rata-rata ICP minyak mentah Indonesia pada Maret 2021, naik sebesar US$ 3,14 per barel dari US$ 60,36 per barel pada Februari 2021, menjadi US$ 63,50 per barel.

"Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Maret 2021 ditetapkan sebesar US$ 63,50 per barel," demikian bunyi Kepmen ESDM Nomor 64.K/MG.03/MEM.M/2021 tanggal 5 April 2021.

Selain itu, ICP SLC bulan Maret juga naik sebesar US$ 2,64 per barel dari US$ 61,42 per barel pada Februari 2021 menjadi US$ 64,06 per barel.

Tim Harga Minyak Indonesia juga mengatakan bahwa kenaikan harga minyak pasar internasional dipengaruhi kesepakatan OPEC+ untuk melanjutkan pemotongan produksi hingga Bulan April 2021 dan tingkat kepatuhan OPEC+ di bulan Februari 2021 mencapai 113%.

"Selain itu, disetujuinya Paket Stimulus AS sebesar US$ 1,9 triliun yang diproyeksikan akan meningkatkan ekonomi AS dan ekonomi global pada umumnya," ujar Tim Harga.

Berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA), faktorlainpenyebab kenaikan harga minyak di pasar internasioanal bulan Maret 2021 antara lain:


Lantik Pimpinan Tinggi Pratama, Menteri ESDM Minta Inovasi EBT Ditingkatkan

a. Permintaan minyak mentah global di Tahun 2021 diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan sebesar 5,5 juta barel per hari.
b. Pasokan minyak mentah global di bulan Februari 2021 turun sebesar 2 juta barel per hari akibat cuaca dingin yang ekstrim di AS dan Arab Saudi melakukan tambahan pemotongan produksi sebesar 1 juta barel per hari.

Sementara, berdasarkan publikasi OPEC bulan Maret 2021, proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2021 naik sebesar 0,22 juta barel per hari dari 96,05 juta barel per hari menjadi sebesar 96,27 juta barel per hari dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya.

Sedangkan berdasarkan publikasi US Energy Information Administration (EIA) bulan Maret 2021, stok gasoline AS turun sebesar 13 juta barel menjadi 230,5 juta barel dibandingkan stok di bulan Februari 2021.

"Terakhir, jumlah rig di AS mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak bulan November 2020," kata Tim Harga.

Sementara  kenaikan harga minyak di kawasan Asia Pasifik juga dipengaruhi oleh throughput (tingkat pengolahan) kilang di China mencapai rekor tertinggi sebesar 14,3 juta barel per hari.

Berikut perkembangan rata-rata harga minyak dunia di pasar internasional:
- Dated Brent naik sebesar US$ 3,41 per barel dari US$ 62,22 per barel menjadi US$ 65,63 per barel.
- WTI (Nymex) naik sebesar US$ 3,30 per barel dari US$ 59,06 per barel menjadi US$ 62,36 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar US$ 3,59 per barel dari US$ 61,04 per barel menjadi US$ 64,63 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar US$ 3,42 per barel dari US$ 62,28 per barel menjadi US$ 65,70 per barel. (TW)

24 Pembangkit EBT Beroperasi di Semester I 2020, Kementerian ESDM: Kapasitasnya 345,08 MW

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati