logo


Kritik TP3 Soal Pertemuan di Istana Bak Musa Datangi Firaun, PBNU: Indonesia Bukan Negara Kafir!

Robikin menegaskan bahwa pemerintahan Indonesia adalah sah secara Islam.

15 April 2021 08:00 WIB

Pertemuan TP3 dengan Presiden Joko Widodo
Pertemuan TP3 dengan Presiden Joko Widodo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengkritik keras ucapan Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) laskar FPI, Abdullah Hehamahua yang menyebut pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana beberapa waktu lalu ibarat Nabi Musa mendatangi Firaun. Ia mengatakan TP3 tidak bisa menyamakan Presiden dengan Firaun.

"Nah, karena Presiden terpilih secara sah maka keliru kalau mengalogikan pertemuan dimaksud seperti bertemu Firaun. Perlu ditegaskan, sebagai negara bangsa (nation state) Indonesia bukan negara kafir (darul kuffar). Demikian halnya, presiden dan pemerintah yang ada juga bukan thoghut. Karena itu tidak boleh mengasosikannya sebagai Firaun," kata Robikin kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Robikin lantas menjelaskan bahwa Indonesia berdiri atas kesepakatan bersama. Kesapakatan tersebut berasal dari lintas agama dan suku. Oleh karena itu, kesapakan tersebut harus dijalankan secara bersama.


Minta Lingkaran Istana Tak Dramatisir soal Reshuffle Kabinet, PPP Tegaskan Hanya Jokowi yang Tahu

"NKRI dirikan oleh para pendiri bangsa berdasarkan kesepakatan. Itulah mengapa Indonesia disebut juga sebagai negara kesepakatan (darul 'ahdi). Siapa yang bersepakat? Seluruh komponen bangsa. Lintas etnis dan suku, juga budaya dan bahasa," ujarnya.

"Kesepakatan merupakan janji. Dan janji dalam pandangan Islam adalah utang yang mesti dibayar. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus harus memegang kesepakatan para pendiri bangsa sebagai bentuk penunaikan janji," sambungnya.

Lebih lanjut, Robikin menegaskan bahwa pemerintahan Indonesia adalah sah secara Islam. Pasalnya, pemerintah dipilih melalui proses pemilihan dengan menggunakan cara-cara yang sesuai dengan ajaran Islam.

"Lalu bagaimana status NKRI menurut pandangan Islam? Jawabannya jelas, sah. Dan karena status NKRI sah menurut pandangan Islam, maka pemerintahan yang dibentuk melalui mekanisme pemilihan yang sah juga sah," pungkasnya.

 

 

Tepis Ceramah Tengku Zulkarnain Soal Orang Hitam, PBNU: Surga Tidak Dikaveling Warna Kulit

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati