logo


Kecewa Jauh-jauh dari Yaman Tapi Gagal Mediasi, Kartika Putri Duga dr Richard Takut Tertular Covid-19

Kartika Putri merasa dipermainkan oleh dr Richard Lee

15 April 2021 07:00 WIB

Kartika Putri
Kartika Putri istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kartika Putri mengaku kecewa dengan dr Richard Lee yang tidak hadir dalam sidang mediasi yang dijadwalkan pada Rabu (14/4/2021). Ia mengaku sudah meluangkan waktu demi berjalannya sidang, padahal saat dikabari posisinya masih di Yaman.

"Terlapor mengabari pihak kepolisian, tanggal 8 (April) pihak terlapor meminta untuk adanya mediasi tanggal 14 (April). Tanggal segitu saya masih di Yaman. Saat ditelepon, saya lagi di Yaman," ujar Kartika Putri di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Rabu (14/4/2021).

"Karena saya menanggapi itikad baik, mediasi, dan ini bulan Ramadhan yang baik kenapa tidak kita menghadapi dengan kepala yang dingin. Saya pulang tanggal 8 (April) malam saya percepat kepulangan saya untuk datang mediasi hari ini," sambungnya.


Arie Untung Kaitkan Eskalator Raja Salman dengan Urusan Riba, Mantan Ajudan Gus Dur: Ngarang bin Ngawur!

Kartika Putri merasa dipermainkan oleh dr Richard Lee. Ia menyebut apabila dari awal dr Richard tidak ada niatan mediasi tanggal 14 April, ia bisa lebih lama di Yaman untuk mengantarkan anak sambungnya kuliah di sana.

"Ternyata beliau yang meminta hari ini, terlapor yang meminta, kuasa hukum yang menentukan tanggal ini, saya pulang jauh-jauh dari Yaman, saya sengaja meluangkan waktu tapi yang bersangkutan malah tidak hadir, dengan alasan baru pulang dari luar negeri," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menduga dr Richard Lee tidak datang di sidang mediasi karena takut bertemu dengannya yang dikhawatirkan membawa virus Covid-19. Pasalnya, ia baru pulang dari Yaman.

Namun Kartika Putri menegaskan bahwa ia sudah menjalani karantina mandiri selama 5 hari dan sudah melakukan tes swab dengan hasil negatif Covid-19.

"Padahal jelas di sini bukti-buktinya lengkap, tadi kami sudah sampaikan ke pihak kepolisian. Ini PCR pertama saya waktu di Yaman tanggal 7 (April). Jadi tanggal 7 ketika diberi kabar saya langsung PCR, lalu ini tiket saya pulang tanggal 9 (April) yang membuktikan saya bukan sampai hari ini ya, karena pihak sana mengira saya baru sampai hari ini," bebernya.

"Tanggal 9 (April) saya tiba di Jakarta dan ada cap di paspor saya bahwa saya tiba di Jakarta tanggal 9 dan ini dari pihak Kemenkes yang ada si bandara juga. Jadi saya sudah karantina selama 5 hari, setelah karantina 5 hari sebelum saya ke sini juga saya juga sudah PCR ulang. Ini hasil PCR saya yang baru keluar tanggal 14 April," pungkasnya.

Bantah Arie Untung Soal Eskalator Raja Salman Berkaitan dengan Riba, Setpres: Beliau Tidak Bisa Jalan Jauh

Halaman: