logo


Sebut Komponen Utama Vaksin Nusantara Impor dari AS, BPOM: Butuh 2-5 Tahun untuk Mengembangkan di Indonesia

Komponen vaksin Nusantara yang diimpor dari AS meliputi antigen, Granulocyte-macrophage colony-stimulating factor (GM-CSF), medium pembuatan sel, dan alat-alat persiapan.

15 April 2021 06:00 WIB

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito memberikan keterangan kepada wartawan.
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito memberikan keterangan kepada wartawan. dok. Badan POM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito mengatakan bahwa semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat. Komponen tersebut  meliputi antigen, Granulocyte-macrophage colony-stimulating factor (GM-CSF), medium pembuatan sel, dan alat-alat persiapan.

"Semua komponen utama pembuatan vaksin dendritik ini di impor dari USA," kata Penny K Lukito dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (14/4/201).

Penny menjelaskan bahwa vaksin besutan mantan Menkes dr Terawan Agus Putranto itu akan membutuhkan waktu yang lama apabila akan dikembangkan khusus oleh Indonesia tanpa perlu impor.


Anggota DPR Disebut Melampui Batas soal Vaksin Nusantara, Epidemiolog: Apa yang Dijanjikan oleh Terawan?

"Jika akan dilakukan transfer teknologi dan dibuat di Indonesia membutuhkan waktu yang lama mengingat sampai saat ini Industri Farmasi yang bekerjasama dengan AIVITA Biomedica Inc belum memiliki sarana produksi untuk produk biologi," jelasnya.

"Membutuhkan waktu 2-5 tahun untuk mengembangkan di Indonesia," imbuhnya.

Lebh lanjut, Penny mengatakan bahwa tim dari RSUP dr Kariadi Semarang yang melakukan pengembangan dan uji klinis vaksin Nusantara itu tidak memahami komponen tambahan dalam vaksin Nusantara.

"Semua pertanyaan dijawab oleh peneliti dari AIVITA Biomedica, dimana dalam protokol tidak tercantum nama peneliti tersebut. Peneliti utama dr Djoko dari RSPAD Gatot Subroto dan dr Karyana dari Balitbangkes tidak dapat menjawab proses-proses yang berjalan karena tidak mengikuti jalannya penelitian," pungkasnya.

Ikut Suntik Uji Klinis: Saleh Partaonan Berharap BPOM Segera Berikan Izin Vaksin Nusantara

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati