logo


Ikut Suntik Uji Klinis: Saleh Partaonan Berharap BPOM Segera Berikan Izin Vaksin Nusantara

Menurutnya minat masyarakat terhadap vaksin nusantara cukup tinggi.

14 April 2021 20:19 WIB

Box vaksin Nusantara
Box vaksin Nusantara Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Sejumlah Anggota DPR RI melakukan vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto. Salah satu yang melakukan vaksinasi adalah Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay.

Menurutnya minat masyarakat terhadap vaksin nusantara cukup tinggi. Hal ini terlihat dari antrian panjang masyarakat mengikuti prosesi vaksinasi dengan menggunakan vaksin yang digagas oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Kata pihak RSPAD, banyak yang mau divaksin. Tetapi mereka batasi. Mereka masih fokus pada studi dan penelitian yang dilaksanakan,” ujar Saleh di Jakarta, Rabu (14/4/2021).


Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Adian Napitulu: Bukan Atas Nama Fraksi atau DPR RI

Politisi PAN ini mengungkapkan mempunyai alasan tersendiri mengala dirinya mau divaksin dengan menggunakan vaksin nusantara.

“Pertama, saya sudah berdiskusi dengan para penelitinya. Baik peneliti asal Indonesia, maupun peneliti asal AS. Saya mendapatkan penjelasan utuh terkait vaksin nusantara ini. Dan saya percaya bahwa vaksinasi ini sangat baik dan efektif dalam rangka meningkatkan imunitas,” kata Saleh.

Alasan yang kedua, dirinya juga sudah berbicara dengan orang-orang yang pernah divaksin dengan vaksin nusantara. Dari keterangannya bahwa vaksin nusantara tidak memiliki efek samping dan memiliki efektivitas yang sangat baik.

“Setelah divaksin, mereka mengukur tingkat imunitas mereka. Terbukti, tingkat imunitas mereka naik cukup tinggi. Mereka lalu merekomendasikan vaksin ini kepada orang lain, termasuk kepada saya,” kata dia.

Sedangkan alasan yang ketiga, Saleh menuturkan bahwa vaksin nusantara sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Apalagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta agar Indonesia mengutamakan produk dalam negeri.

“Nah, vaksin nusantara ini harus menjadi salah satu contoh produk dalam negeri yang perlu mendapatkan dukungan dan perhatian pemerintah,” kata dia.

Keempat, vaksinasi dengan vaksin nusantara ini dilakukan terbatas. Karena itu, tidak melanggar ketentuan apa pun.

Dalam hal ini, Saleh berharap dengan melakukan vaksinasi ini, BPOM akan lebih mudah memberikan berbagai macam izin yang dibutuhkan.

"Kita berani jadi contoh. Berani untuk divaksin lebih awal. Saya melihat, para peneliti dan dokter-dokter yang bertugas semuanya ikhlas. Tidak ada muatan politik sedikit pun,” tuturnya.

Dan alasan yang Kelima, Saleh berharap kedaulatan dan kemandirian Indonesia dapat terjamin dalam bidang kesehatan dan pengobatan. Dia meyakini momentum covid-19 bisa menjadi pintu masuknya.

"Sekarang kan kita masih tergantung negara lain. Ketika diembargo, program vaksinasi kita langsung terganggu. Setidaknya, mengganggu jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya. Di situ pentingnya kemandirian dan kedaulatan tersebut,” pungkasnya.

Anggota DPR Disebut Melampui Batas soal Vaksin Nusantara, Epidemiolog: Apa yang Dijanjikan oleh Terawan?

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×