logo


Digugat Karena Pakai Atribut Demokrat, Kubu Moeldoko: SBY Saja Tidak Bisa Melarang, Apalagi AHY

AHY menggugat Marzuki Alie dan beberapa orang agar tidak menggunakan atribut Partai Demokrat.

14 April 2021 19:03 WIB

Hencky Luntungan
Hencky Luntungan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggugat Marzuki Alie dan beberapa orang yang termasuk dalam kubu Moeldoko agar tidak menggunakan atribut Partai Demokrat.

Salah satu kubu Moeldoko, Hencky Luntungan, heran dengan gugatan tersebut. Menurutnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bisa melarang.

"Siapa dia? SBY saja tidak bisa melarang. Apalagi AHY yang cuma ketum jadi-jadian," kata Hencky kepada wartawan, Rabu (14/4).


Sudah Dicabut, AHY Kembali Gugat Eks Kader Demokrat: Ada Nama Baru

Hencky mengatakan bahwa lambang Partai Demokrat adalah dirinya karena merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat.

"Lambang Partai Demokrat itu saya dan Ifan Pioh (pendiri nomor 30) yang buat di Graha Pratama lantai 11 Jakarta Selatan (kantor almarhum Ventje Rumangkang). Awalnya, almarhum Ventje meminta Steven Rumangkang (pendiri nomor 99) membuat lambang Partai Demokrat. Tapi sudah 1 minggu Steven tidak membuat lambang tersebut. Pada suatu sore, almarhum Ventje perintahkan saya dan Ifan Pioh membuat lambang Partai Demokrat," jelasnya.

Hencky mengatakan bahwa dia bersama Ifan Pioh membuat lambang Partai Demokrat.

"Di ruang kerja Ifan Pioh lah kami mulai menggambar lambang bintang Mercy tersebut. Ifan gambar lambang bintang Mercy, saya tentukan warnanya. Saat menentukan warna lambang Demokrat, saya sempat berdebat kecil dengan Ifan. Itu warna biru kurang terang. Tapi Ifan bilang, karena ini di komputer nanti kalau di-print warnanya jadi hijau kata Ifan meyakinkan saya. Setelah jadi lambang tersebut kami serahkan ke almarhum Vence Rumangkang dan beliau langsung memuji karya saya dan Ifan," jelasnya.

Hencky menyebut AHY tidak bisa melarang penggunaan atribut.

"Saya dan Ifan Pioh serta pendiri lain masih hidup loh. Karena itu, AHY ketum jadi-jadian tak bisa melarang pendiri soal penggunaan lambang Demokrat," pungkasnya.

Partai Demokrat Sebut Moeldoko Layak Dipertimbangkan untuk Di-reshuffle

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata