logo


Gegara Covid-19, Jumlah Warga Miskin di DKI Meningkat

Anies Baswedan meminta jajarannya bergerak cepat untuk mengurangi jumlah warga miskin di Jakarta.

14 April 2021 18:13 WIB

Anies Baswedan
Anies Baswedan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta jajarannya bergerak cepat untuk mengurangi jumlah warga miskin di Ibu Kota. Hal itu menyusul peningkatan jumlah warga miskin pada masa pandemi Covid-19.

"Bila dahulu masyarakat berekonomi lemah atau rentan jumlahnya lebih sedikit, ketika masa pandemi meningkat agak besar,” ujar Anies Baswedan dalam Musrenbang Provinsi DKI Jakarta 2021 yang digelar secara virtual, Rabu (14/4).

“Karena itu, di 2022, perlu ada keseriusan untuk membuat program terkait kesejahteraan rakyat secara langsung, khususnya di aspek kesehatan pendidikan dan aspek kegiatan usaha ukuran mikro dan kecil," sambungnya.


Mensos Beri Santunan Korban Gempa, PKS Usul Keluarga Korban Covid-19 Juga Dapat

Kendati begitu, Anies tak membeberkan angka peningkatan warga miskin di Jakarta selama pandemi Covid-19 secara detail.

Mantan Mendikbud itu mengatakan, ekonomi mikro harus diperhatikan dalam upaya memperbaiki perekonomian. Sebab, jumlah usaha mikro di Jakarta sangat besar.

"Kita juga harus mengedepankan program-program untuk recovery ekonomi, bukan sekadar untuk memfasilitasi industri besar, menengah, tapi juga harus memberikan secara khusus perhatian pelaku mikro yang jumlahnya amat besar di Jakarta," tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data BPS Jakarta, jumlah penduduk miskin di Jakarta pada 2020 meningkat dibanding tahun sebelumnya.

BPS memaparkan penduduk miskin di Jakarta pada 2018 berjumlah 373 ribu jiwa. Pada September 2019, jumlah penduduk miskin turun menjadi 362 ribu jiwa.

Penduduk miskin di DKI Jakarta kemudian meningkat pada 2020 menjadi 481 ribu jiwa. Pandemi Covid-19 sendiri diketahui terjadi pada 2020.

Tren Kasus Covid-19 Menurun, Pemerintah Diminta Tetap Konsisten dengan Kebijakan Larangan Mudik

Halaman: 
Penulis : Iskandar