logo


Partai Demokrat Sebut Moeldoko Layak Dipertimbangkan untuk Di-reshuffle

Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali mencuat

14 April 2021 18:00 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali mencuat. Partai Demokrat menyebut Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko layak dipertimbangkan untuk di-reshuffle.

"Reshuffle itu menjadi domain dan hak prerogatif presiden, namun jika merujuk apa yang dilakukan Moeldoko terhadap Partai Demokrat sangat layak dipertimbangkan untuk di-reshuffle," kata Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK), Herman Khaeron, kepada wartawan, Rabu (14/4)

Sementara itu Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo harus bijak dalam reshuffle.


Usul Moeldoko Diganti, Pengamat: Untuk Membersihkan Citra Jokowi dan Istana

"Penentuan target dan capaian dalam perspektif kinerja juga harus menjadi ukuran dalam menilai apakah pembantu Presiden tersebut perform apa tidak? Dalam konteks itu, Presiden perlu arif dan bijak, perlu view dan cara pandang yang lebih luas dan obyektif dengan mendengar masukan rakyatnya," ujar Didik.

"Kalau memang nyata-nyata ada Menteri atau pembantu Presiden yang sebaliknya tidak profesional dalam melayani rakyat, menimbulkan kegaduhan dan tindakan yang tidak terpuji, serta menjadi beban Pemerintahan atau Presiden, demi kepentingan publik dan optimalnya pengelolaan kepemerintahan maka Presiden bisa melakukan penyegaran atau reshuffle," lanjutnya.

Didik mengatakan bahwa menteri harus tidak cacat moral, hukum, dan etika.

"Salah satu basis parameter yang sederhana yang mudah dipahami publik adalah landasan moral, etik dan hukum perilaku seorang menteri. Seorang menteri yang cacat moral dan etika, apalagi hukum, serta telah melakukan tindakan Inkonstitusional dan illegal, idealnya tidak akan diterima rakyat dan sulit dikatakan membantu Presiden dalam mengelola pemerintahan dan negara," ujar Didik.

Muncul Isu Reshuffle, Eks Wamendikbud Sebut Nadiem Makarim di Persimpangan Jalan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata