logo


Abdullah Hehamahua Ibaratkan Diri Seperti Nabi Musa, Guntur PSI: Politisasi Agama Dipakai untuk Kepentingan Partai

Guntur meminta Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi itu tidak sombong.

14 April 2021 16:35 WIB

Juru Bicara PSI, Guntur Romli
Juru Bicara PSI, Guntur Romli Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Politikus PSI Mohamad Guntur Romli merespons pernyataan mantan penasihat KPK, Abdullah Hehamahua yang mengibaratkan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI sebagai Nabi Musa, sedangkan Presiden Jokowi itu Firaun.

Guntur meminta Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi itu tidak sombong. Dia tak habis pikir Abdullah berani menganggap diri sebagai nabi.

“Jangan takabur, sombong, sudah merasa seperti nabi, dengan menuding lawannya seperti Firaun,” cuitnya melalui akun Twitter @GunRomli, Rabu (14/4).


Mantan Penasihat KPK Ini Sebut Pendapatan Tinggi DPR Berasal dari Proyek UU

Menurutnya, nabi tidak bisa disamakan dengan ketua partai. Guntur menduga Abdullah tengah melakukan politisasi agama demi kepentingan partai.

“Musa alaihissalam adalah nabi dan rasul, bukan ketua partai. Politisasi agama dipake hanya untuk kepentingan partai saja ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Abdullah Hehamahua mengisahkan pertemuan Tim TP3 dengan Presiden Jokowi guna membahas kematian 6 laskar FPI yang tewas ditembak polisi.

Dia menyebut pertemuan itu seperti Nabi Musa yang mendatangi langsung Firaun. Namun, ia menekankan bahwa Jokowi bukan berarti Firaun.

“Tidak berarti bahwa Jokowi itu Firaun, tetapi kita tempatkan posisinya penguasa seperti ketika Firaun jadi penguasa, dan kami sepertri Musa yang mementingkan kepentingan rakyat untuk menegakakan keadilan,” terang Abdullah.

Abdullah Hehamahua Datangi Jokowi Seperti Musa ke Firaun, Ferdinand: Ternyata Pengin Seperti Yahudi toh?

Halaman: 
Penulis : Iskandar