logo


Anggota DPR Disebut Melampui Batas soal Vaksin Nusantara, Epidemiolog: Apa yang Dijanjikan oleh Terawan?

Pandu menilai anggota DPR tidak memahami soal konsep vaksin Nusantara yang menggunakan metode sel dendritik

14 April 2021 16:31 WIB

Ilustrasi sidang paripurna.
Ilustrasi sidang paripurna. wartabuana.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengkritik sejumlah anggota DPR yang melakukan pengambilan sampel darah sebagai rangkaian dari proses uji klinis vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Pandu menyebut anggota DPR telah malampui batas, pasalnya sampai saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) uji klinis fase II vaksin Nusantara.

"Kalau menurut saya anggota DPR itu sudah melampaui batas. Saya tidak tahu motivasinya apa atau apa yang dijanjikan oleh Terawan dan kawan-kawan ke anggota DPR, sehingga anggota DPR tidak menggunakan akal sehat," kata Pandu seperti dilansiir  CNNIndonesia.com, Rabu (14/4/2021).


Sudah Disuntik Vaksin Nusantara Besutan dr Terawan, Aburizal Bakrie: Cintai Produk Dalam Negeri

Pandu menilai anggota DPR tidak memahami soal konsep vaksin Nusantara yang menggunakan metode sel dendritik. Ia menjelaskan bahwa komponen yang dilakukan dalam penelitian vaksin Nusantara tidak sesuai pharmaceutical grade, bahkan antigen yang digunakan bukan berasal dari virus corona yang ada di Indonesia.

"Jadi ini kan suatu ranah ilmu yang hanya dibicarakan oleh ilmuwan. Konsep vaksin dendritik saja tidak menjadi pilihan kok, kalau jadi pilihan mungkin sudah dilakukan di Amerika, jauh sebelum di Indonesia," ujarnya.

 

Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Adian Napitulu: Bukan Atas Nama Fraksi atau DPR RI

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati