logo


AS Perkuat Dukungannya kepada Taiwan, China Beri Ancaman

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China meminta AS untuk tidak bermain api mengenai isu Taiwan

13 April 2021 22:30 WIB

Juru Bicara Pemerintah China, Zhao Lijian
Juru Bicara Pemerintah China, Zhao Lijian SCMP

BEIJING, JITUNEWS.COM - Keputusan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat pekan lalu untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Taiwan, mendapat kecaman dari pemerintah China.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa Beijing mendesak Washington untuk "tidak bermain api mengenai isu Taiwan, dan segera memutus kontak" dengan Taipei.

Zhao juga menyebut peningkatan kerjasama bilateral AS-Taiwan tersebut merupakan sinyal yang keliru dimana AS secara tidak langsung telah mengakui kemerdekaan Taiwan. Hal itu dapat membuat hubungan AS-Cina semakin memburuk dan berdampak terhadap stabilitas dan keamanan Selat Taiwan.


Rusia Kecam Serangan terhadap Fasilitas Nuklir Iran, Menlu Iran: Terima Kasih

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Beijing bertekad untuk melindungi kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.

"Jangan berdiri di pihak yang berlawanan dengan 1,4 miliar rakyat China," demikian pernyataan tertulis Kemenlu China, dikutip Beijing.

Seperti diketahui, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Minggu (11/4) mengatakan bahwa Amerika Serikat sangat khawatir mengenai tindakan agresif China terhadap Taiwan.

"Apa yang selama ini kita lihat, dan apa yang menjadi kekhawatiran kami adalah tindakan agresif pemerintah di Beijing terhadap Taiwan yang meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan," kata Blinken dalam sebuah wawancara.

"Semua yang dapat saya beritahukan kepada anda adalah kami memiliki komitmen yang serius terhadap Taiwan....kami juga berkomitmen terhadap keamanan dan perdamaian di Pasifik Barat," tambah Blinken.

Ia juga memperingatkan bahwa adalah upaya merubah status quo di kawasan Pasifik Barat dengan menggunakan kekuatan tempur adalah sebuah "kesalahan serius".

"Kami akan terus berdiri di belakang komitmen tersebut, dan dalam konteks ini, akan menjadi sebuah kesalahan yang serius bagi seseorang untuk mencoba merubah status quo dengan kekuatan tempur," tukasnya.

Rusia Siapkan Pasukan untuk Hadapi Ancaman NATO dan AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia