logo


Jokowi Harusnya Copot Yasonna Laoly dari Menkumham, Bukan Leburkan Kemenristek

Rocky mengibaratkan pembubaran Kemenristek seperti pembagian kue.

13 April 2021 17:45 WIB

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerhati politik Rocky Gerung angkat bicara soal wacana pembubaran Kemenristek. Keputusan Presiden Joko Widodo itu diduga merupakan pesanan dari partainya, yakni Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

“Presiden itu memang petugas partai. Kalau pemilik partai bilang saya tidak suka dengan orang itu, ya dia musti tunduk akhirnya,” katanya dalam video yang diunggah lewat kanal YouTube Rocky Gerung Official.

Menurutnya, Jokowi seharusnya mencopot Yasonna Laoly dari jabatan Menteri Hukum dan HAM, bukan meleburkan Kemenristek.


Minta Maaf ke Pegawai BRIN, Bambang Brodjonegoro: Setahun Tidak Punya Status yang Jelas

“Bagaimana mungkin presiden menandatangani suatu keputusan pembentukan sebuah lembaga dan tidak mau diundangkan? Kan mestinya yang bukan diganti Bambang Brodjonegoro, yang diganti Menhukam karena dia menantang presiden?” jelas Rocky.

Rocky mengibaratkan pembubaran Kemenristek seperti pembagian kue. Kue itu diumpakan departemen yang sudah habis dibagikan.

“Nggak ada lagi kan kue besar mau dibagikan, semua departemen udah dibagi habis. Jadi caranya ada dibubarin supaya bisa diganti,” terang dia.

Minta Kemenristek Kembali Jadi Kemenristekdikti, Bambang Brodjonegoro Ngaku Usulannya Tidak Digubris

Halaman: 
Penulis : Iskandar