logo


Ramadhan Datang Lagi, Walau Selalu Berbeda Tetapi Ada yang Abadi

Percepatan Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia, Menambah Kekhusukan Ramadhan

12 April 2021 16:36 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

Jelang Ramadhan tahun ini, Pandemi Covid-19 masih mendera, tetapi waktu memberi kisah yang berbeda. Di dunia sudah menginfeksi lebih 136 juta orang disemua benua, hampir 3 juta orang meninggal. Sementara di Indonesia (yang dalam urutan jumlah kasus, berada pada urutan 19 dari 219 Negara) telah menginfeksi lebih 1,5 juta orang yang tersebar pada semua 34 Provinsi dan 510 dari 514 Kabupaten/Kota, pertambahan kasus pada 11 April 2021 sebanyak 4.127 orang. 42.500 orang meninggal dan tentu tidak bertemu Ramadhan Tahun 2021 atau 1442 H ini.

Setahun yang lalu, jelang Ramadhan 2020M/1441H, Kasus yang terkonfirmasi di dunia saat itu baru melampaui 700.000 orang dan lebih 35.000 orang meninggal. Indonesia pada urutan ke 37 dari 199 negara yang terpapar Virus Covid-19 dengan jumlah orang terkonfirmasi lebih 1.500 orang, kala itu dihari itu bertambah kasus 114 orang terkonfirmasi. Sudah 136 orang meninggal.

Walau sebulan terakhir grafik pertambahan kasus melambat, kesembuhan semakin meningkat, namun angka kematian masih relatif stagnan. Sementara itu dari kejauhan terkhabar beberapa Negara yang semula mulai terkendali dan masyarakatnya mulai “keluar”, kembali melakukan penerapan Protokol Kesehatan yang semakin ketat, bahkan melakukan Lockdown, dikarenakan peningkatan tajam kasus, yang diduga sebagai Gelombang Kedua dan Gelombang Ketiga sebaran Virus Covid-19 yang ditengarai lebih ganas.


Positif Corona Dua Kali, Maia Estiaty Ingatkan Vaksin Tak Jamin Bebas Covid-19

Upaya Vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah dilakukan sejak awal Januari 2021, target 181,5 juta orang sasaran atau 363 juta penyuntikan sudah dibuatkan perencanaan dan penyediaan Vaksin secara bertahap. Tahapan pertama sedang berjalan untuk Tenaga Kesehatan, ASN/TNI/Polri, dan kepada kelompok usia lanjut (lansia).

Vaksinasi bagi Lansia yang ditargetkan 21,5 juta dan diharapkan selesai pada Mei 2021, ternyata pada awal April baru menjangkau 1,6 juta atau 7,44%. Ini sungguh tantangan yang meresahkan. Karena lansia adalah kelompok usia paling rentan dan ringkih, masuk pada kelompok dengan fatalitas tertinggi, dalam kelompok usia diatas 46 tahun dengan angka kematian diatas 77%.

Dibutuhkan gerakan masyarakat, dengan pendekatan Komunitas untuk mengatasi “kemandegan” pada sasaran lansia. Rumah Ibadah seperti Masjid adalah tempat yang pasti selalu dikunjungi para lansia. Dari sini bisa dikenal, diajak dan difasilitasi untuk ikut vaksinasi.

Ramadhan tahun ini sedikit lebih longgar, karena ada wilayah (zona hijau) dapat menyelenggarakan aktifitas Ramadhan sepenuhnya, termasuk kegiatan sholat berjamaah termasuk juga sholat Tarawih dan Berbuka puasa bersama. Tentu banyak lansia akan beribadah di Masjid.

Pelonggaran dalam suasana capaian Vaksinasi Covid-19 yang rendah, seharusnya diimbangi dengan Gerakan Cepat dan luas vaksinasi Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dr.Dante Saksono Harbuwono, saat memberi keterangan pers sesaat setelah bersama Bapak HM Jusuf Kalla (Ketua Umum PP DMI) pada Pencanangan Gerakan Masjid Sentra Vaksinasi di Masjid Assa’adah Kota Depok jumat 9 April 2021, mengatakan “Andai setiap Masjid mengumpulkan 10 orang lansia untuk divaksinasi, maka sudah berkontribusi menambah 8.000.000 juta orang lansia yang tervaksinasi, karena ada 800.000 Masjid di Indonesia”. Kementerian Kesehatan RI sangat mengapresiasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang menggagasi Gerakan Masjid sebagai Sentra Vaksinasi Covid-19 diseluruh Indonesia. Kita minta seluruh Pemerintahan Provinsi dan Kabupaten/kota memanfaatkan peluang ini, terutama bagi daerah yang capaiannya sangat rendah, katanya tegas.

RAMADHAN ADA YANG BERBEDA, ADA YANG ABADI

Ramadhan selalu mengingatkan, tidak hanya kesiapan mental, kesiapan psikhis, juga kesiapan fisik. Semua tentang diri sendiri, tentang tanggungjawab sebagai makhluk untuk memelihara diri dari keburukan, termasuk penyakit, termasuk mencegah diri terpapar Virus Covid-19.

Disisi lain, ada perintah agama dan sangat menentukan kebaikan ibadah Puasa itu sendiri, yaitu mengawalinya dengan meminta dan mendapat maaf dari sesiapa yang selalu kontak dengan kita, tentu utamanya Ibu, Ayah, Saudara dan Keluarga. Disamping sahabat dan handai tolan, juga orang- orang yang mungkin tanpa kita sadari telah tersakiti hatinya.

Semua dimaksudkan agar saat memasuki Ramadhan, semua menjadi ringan tanpa beban dan sudah Vaksinasi Covid-19, sehingga setiap orang menjadi fokus kepada Ibadah untuk memperoleh hidayah dan ampunan Allah SWT yang luas tanpa batas.

Perjuangan memperoleh ampunan Allah SWT mencapai ketaqwaan adalah keabadian Ramadhan.

Suatu hari, Rasulullah Muhammad SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya. Khalifah Umar R.A yang berada di situ, bertanya: "Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah ?"

Rasulullah SAW menjawab: "Aku diberitahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah SWT".

Salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata: “Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku”.

Allah SWT berfirman: "Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun?"

Orang itu berkata: "Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya".

Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca kaca. Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya.

Beliau menangis. Lalu, Rasulullah SAW berkata: "Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya".

Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya.
Lalu Allah SWT berkata kepada orang yang mengadu tadi: "Sekarang angkat kepalamu".

Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata: "Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana- istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan intan berlian. Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb? Untuk orang Shiddiq yang mana, ya Rabb? Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb?"

Allah SWT berfirman: "Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya".

Orang itu berkata: "Siapakah yang mampu membayar harganya, ya Rabb?"
Allah SWT berfirman: "Engkau pun mampu membayar harganya".

Orang itu terheran-heran, sambil berkata: "Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb?"

Allah SWT berfirman: "Caranya, engkau maafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya pada-Ku".

Orang itu berkata: "Ya Rabb, kini aku memaafkannya".

Allah SWT berfirman: "Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu".

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah SAW berkata: "Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai dan memaafkan. Sesungguhnya Allah SWT mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin".

(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam Al-Hakim, dengan sanad yang shahih).

Saudara dan sahabatku tercinta. Amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Allah SWT adalah: Meminta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan.

"Mari kita saling memaafkan saudaraku dan sahabatku, sekiranya saya pernah menyakiti dalam perkataan dan perbuatan, baik disengaja maupun tidak sengaja, begitupun baik yang disadari maupun tanpa disadari”.

“Semoga kita bersama-sama masuk surga nya Allah SWT".

Penulis: Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,MKes :
Ahli Utama BKKBN dpk Kemenkes/ Deputi BKKBN 2014-2017/ Komisioner KPHI 2013-2019/ Sekretaris KKI 2006- 2008/ Kepala Pusat Promkes Depkes RI 2008-2010/ Ses.Itjen Depkes 2010-2011/ Direktur Bina Yankes Tradkom Kemenkes 2011-2013/ Alumnus Public Health Management Disaster, WHO Searo, Thailand/ Mantan Ketua MN Kahmi/ Mantan Ketua PB IDI/ Ketua PP IPHI/ Ketua PP ICMI/ Ketua PP DMI/ Waketum DPP JBMI/ Ketua PP ASKLIN/ Penasehat BRINUS/ Penasehat Klub Gowes KOSEINDO/ Ketua IKAL FK USU/ Ketua PP KMA-PBS/ Penasehat PP PDHMI/ WaKorbid.Orbida dan Taplai DPP IKAL-Lemhannas/ Pengasuh media sosial GOLansia.com dan Kanal-kesehatan.com

Venezuela Akhirnya Punya Uang untuk Dapatkan Vaksin lewat Program COVAX

Halaman: