logo


Soal Gagasan Jokowi-Prabowo di 2024, Gerindra: Keliru atau Menabrak Aturan

Direktur Indo Barometer M Qodari menyinggung soal Joko Widodo berduet dengan Prabowo Subianto dan melawan kotak kosong di Pilpres 2024

12 April 2021 18:30 WIB

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Indo Barometer M Qodari menyinggung soal Joko Widodo berduet dengan Prabowo Subianto dan melawan kotak kosong di Pilpres 2024. Partai Gerindra mempertanyakan aturan dari gagasan tersebut.

"Pakai aturan yang mana?" kata Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan, Senin (12/4).

Qodari menyebut bahwa gagasan tersebut memerlukan amandemen UUD 1945. Dasco menyebut amandemen belum perlu.


Denwalsus Menhan Prabowo Gagah dan Menarik, Jubir: Banggakan Tamu Negara yang Berkunjung

"Saya merasa belum perlu," katanya.

Menurutnya, usulan tersebut keliru dan menabrak aturan. Dasco menilai belum diperlukan untuk mengubah aturan.

"Keliru atau menabrak aturan, tetapi kan aturannya masih seperti semula, sehingga diperlukan mengubah aturan yang ada. Tapi saya sendiri merasa belum perlu, kalau saya ya secara pribadi (belum perlu) mengubah UU tersebut," ujar Dasco.

Sebelumnya, Qodari menyinggung soal Jokowi berduet dengan Prabowo di Pilpres 2024. Qodari menyebut gagasan tersebut memerlukan amandamen UUD 1945.

"Kemudian konstelasi dan dukungan politik saat ini kebetulan memungkinkan Jokowi dan Prabowo menghadapi kotak kosong pada tahun 2024. Menurut saya melawan kotak kosong akan sangat, sangat, sangat menurunkan tensi politik secara signifikan," kata Qodari.

Moeldoko Dilaporkan Kader Demokrat ke Ombudsman, Kubu Moeldoko: Salah Alamat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata