logo


Pelaku Serangan Fasilitas Nuklir Iran adalah Israel, Iran Ancam Lakukan Serangan Balasan

Menteri Luar Negeri Iran menuding pemerintah Israel berada di balik insiden serangan siber terhadap fasilitas nuklirnya di Natanz

12 April 2021 14:25 WIB

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Senin (12/4) mengatakan bahwa pelaku serangan siber terhadap fasilitas nuklir Iran, Natnz, adalah Israel. Ia juga menegaskan bahwa Iran akan membalas tindakan Israel tersebut dengan serangan balasan.

"Zionis ingin membalas dendam karena progres yang sudah kami buat untuk mencabut sanksi internasional...mereka secara terang-terangan mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkannya. Tapi kami akan lakukan pembalasan terhadap Zionis (Israel)," kata Zarif dikutip Sputniknews.

Sementara itu, juru bicara Kemenlu Iran juga mengatakan bahwa serangan siber terhadap fasilitas nuklir Natanz dilakukan untuk mempengaruhi negosiasi terkait perjanjian nuklir yang saat ini tengah diupayakan oleh Iran dan sejumlah negara yang ikut menandatangani perjanjian JCPOA pada 2015 lalu.


Media Israel Sebut Mossad sebagai Pelaku Serangan Siber terhadap Fasilitas Nuklir Iran

Pada Minggu (11/4), sebuah ledakan terjadi di salah satu fasilitas nuklir Iran di Natanz, provinsi Isfahan.

Sejumlah media Israel juga mengklaim bahwa ada keterlibatan badan intelijen Israel, Mossad, dalam serangan siber tersebut.

Pemerintah Israel sendiri selama ini menjadi pihak yang sangat menentang perjanjian nuklir tersebut. PM Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini mengatakan bahwa pihaknya tidak akan tergantung pada perjanjian nuklir tersebut dan akan melakukan "semua" yang dapat Israel lalukan untuk mencegah Iran mengembangkan persenjataan nuklirnya.

 

Respons Komunitas Internasional terhadap Myanmar Terhalang Rusia dan China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×