logo


Usai Demokrat, Kini Ada Isu KLB PKB untuk Kudeta Cak Imin

PKB saat ini disebut jauh dari nilai -nilai yang diusung Gus Dur atau Abdurrahman Wahid.

12 April 2021 08:38 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beberapa bulan terakhir ini publik selalu dicekoki pemeberitaan soal Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat untuk menggantikan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun hasil KLB tersebut ditolak pemerintah karena dinilai melanggar AD/ART Partai Demokrat.

Namun baru-baru ini, muncul sebuah isu yang menyebut akan ada sebuah gerakan yang akan menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) atau KLB versi PKB. MLB tersebut dikabarkan akan diselenggarakan karena banyak kader merasa tidak puas dengan kinerja Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

"Jadi para petinggi PKB sudah ada komunikasi dengan saya, terkait bakal ada gerakan ketidakpuasan atas hasil Munas PKB di Bali," kata mantan Ketua DPC PKB Karawang Ahmad Zamakhsari alias Kang Jimmy seperti dilansir detikcom, Senin (12/4/2021).


Ramadhan Akan Dijadikan Dewan Syura PKB untuk Sosialisasi Hasil Mukernas dan Munas Alim Ulama

Kang Jimmy mengatakan bahwa sudah ada beberapa pengurus PKB di berbagai kabutan dan kota yang tengah berkoordinasi terkait pelaksanaan MLB.

"Sudah ada 22 kabupaten atau kota sudah sepakat untuk segera membuat Muktamar Luar Biasa atau KLB versi kami, PKB," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa MLB PKB akan dilakukan karena banyak kader yang merasa kecewa dengan nilai-nilai yang diterapkan PKB saat ini. Ia menyebut PKB saat ini jauh dari nilai -nilai yang diusung Gus Dur atau Abdurrahman Wahid.

"22 Kabupaten sepakat KLB, karena banyak di daerah kecewa atas kepengurusan PKB yang dianggap tidak sesuai dengan apa yang Gus Dur bangun, salah satunya adalah banyak muscab di daerah tidak sesuai pelaksanaannya, atau tidak sesuai AD/ART bahkan dinilai hasilnya sepihak," jelasnya.

Semantara saat disinggung siapa petinggi PKB yang menginstruksikan MLB PKB, ia enggan menjelaskan lebih detail.

"Kalau pentingginya tidak perlu saya jelaskan siapa, pokoknya sudah ada intruksi," pungkasnya.

 

Kunjungan Perwakilan PBB ke Myanmar Ditolak Junta Militer

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati