logo


Minta Kemenristek Kembali Jadi Kemenristekdikti, Bambang Brodjonegoro Ngaku Usulannya Tidak Digubris

Bambang Brodjonegoro sebut Kemenristekdikti adalah kombinasi yang tepat lantaran pendidikan tinggi sangat berkaitan dengan riset.

12 April 2021 06:00 WIB

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro Dok. Biro Pers Istana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro membongkar sejumlah fakta terkait BRIN. Ia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah menandatangani Perpres terkait BRIN pada Maret 2020 yang lalu. Namun sayangnya, hampir setahun Perpres tersebut tidak diundangkan oleh Kemenkumham.

"Ya kebetulan saya tidak terlalu favour cara itu sehingga ya akhirnya deadlock selama setahun, perpres itu tidak pernah keluar. Sampai akhirnya karena sudah setahun tentunya saya harus sampaikan bahwa ini tidak mungkin lagi diteruskan karena akan sangat sulit kementerian tanpa organisasi, sehingga akhirnya keputusannya dipisah," ujarnya dalam diskusi virtual bertajuk Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi, Minggu (11/4/2021).

Bambang Brodjonegoro menerima dengan lapang hati keputusan penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud.  Namun ia mengaku punya pandangan tersendiri terkait keberadaan BRIN.


Menristek Beri GeNose dan Alat Rapid Test Antigen CePAD, Menko PMK: Keluar Hasil 50 Detik

Ia mengaku mengusulkan agar Kemenristek tetap berdiri sendiri. Selain itu, ia mengusulkan agar Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) kembali menjadi bagian dari Kementristek sehingga menjadi Kemenristekdikti seperti periode pertama kepeiminan Jokowi 2014-2019. Menurutnya, Kemenristekdikti adalah kombinasi yang tepat lantaran pendidikan tinggi sangat berkaitan dengan riset.

Namun sayangnya, Kemenristek digabungkan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dimana saat ini Dikti juga berada dibawah Kemendikbud.

"Tapi rupanya usulan saya bukan usulan yang diambil, keputusan yang diambil adalah yang digabungkan ke Kemendikbud, karena Dikti ada di sana. Dikti tidak dikeluarkan tetap di disitu (Kemendikbud) dan Kemenristek yang akan gabung dengan Kemendikbud," jelasnya.

 

Sindir Penggabungan Kemenristek-Kemendikbud, PKS: Bukan Lemari yang Dipindahkan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati