logo


Yayasan Keluarga Soeharto Kelola TMII 44 Tahun Tapi Tak Setor ke Kas Negara, Ade Armando: Ini Keterlaluan

Ade heran keluarga Cendana tak menjalankan ketentuan yang ada.

11 April 2021 08:41 WIB

Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Ade Armando.
Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Ade Armando. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Yayasan Harapan Kita milik keluarga Cendana atau Soeharto tidak pernah menyetor pendapatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kepada negara selama 44 tahun dikelola.

Atas alasan itu, pemerintah memutuskan untuk mengambil alih pengelolaan TMII. Pemeritah menginginkan TMII memberi kontribusi terhadap keuangan negara.

“Untuk optimalisasi aset, kontribusi ke negara salah satunya. Dan yang penting bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dari segala kalangan,” kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Setya Utama kepada wartawan, Kamis (8/4).


Bantah Jokowi Bentuk Yayasan untuk Kelola TMII, Setneg: Kita Minta Tolong BUMN Pariwisata

Kenyataan bahwa Yayasan Harapan Kita tak menyetor penghasilan TMII kepada negara mendapat sorotan dari akademisi Ade Armando.

Menurut dosen FISIP UI itu, pengelolaan aset negara tanpa kontribusi kas adalah tindakan yang melampaui batas. Dalam kasus TMII, Ade heran keluarga Cendana tak menyadari ketentuan yang ada.

“Ini mah kelewatan. Taman Mini itu kan milik negara, bukan milik keluarga. Kok bisa-bisanya uangnya gak masuk kas negara?” cuitnya melalui akun Twitter @AdeArmando1, dikutip Minggu (11/4).

Usai Terlibat Kisruh Demokrat, KSP Moeldoko Dipercaya Presiden Jokowi Jadi Pengarah Transisi TMII

Halaman: 
Penulis : Iskandar