logo


AHY Lebih Unggul dari Prabowo di Survei Capres 2024, IPO: Pak Moeldoko Tidak Dapat Persepsi Sama Sekali

Berdasarkan hasil survei diperoleh suara terbanyak yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

10 April 2021 21:04 WIB

tagar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia Political Opinion (IPO) mengadakan survei terkait calon presiden di Pilpres 2024. Survei tersebut dilakukan pada 10 Maret hingga 4 April 2021 dengan jumlah responden 1.200 orang.  Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, sampling error 2,5 persen dengan tingkat akurasi data 97 persen.

Berdasarkan hasil survei tersebut diperoleh suara terbanyak yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kemudian disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan selanjutnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Sementara itu, nama Prabowo Subianto yang menjadi sosok yang mendominasi di Pilres 2019 justru tidak terlihat di survei yang dilakukan IPO kali ini. Bahkan, nama Prabowo Subainto ada dibawah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


Usai Terlibat Kisruh Demokrat, KSP Moeldoko Dipercaya Presiden Jokowi Jadi Pengarah Transisi TMII

"Bicara 2024, bisa kita sebut sebagai masa transisi. Kelompok-kelompok senior semestinya sudah selesai di 2019, termasuk Pak Jokowi dan Pak Prabowo," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam acara diskusi Polemik Trijaya bertajuk 'Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024', Sabtu (10/4/2021).

"Faktanya, Pak Prabowo sedang tidak mendominasi dalam catatan IPO. Yang mendominasi masih Anies Baswedan dengan 15,8%, disusul Ganjar Pranowo 12,6%, Sandiaga Uno 9,5%, Ridwan Kamil 7,9%, AHY 7,1%, baru kemudian Prabowo," sambungnya.

Sementara nama Kepala Staf Kantor Presiden (KSP) Moledoko yang belakangan ramai dibicarakan justru tidak mendapatkan suara. Bukan hanya Moeldoko saya yang mendapat suara 0 namun ada juga Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, dan Menko Polhukam Mahfud Md.

"Suharso Monoarfa, Mahfud Md, Pak Moeldoko tidak mendapatkan persepsi sama sekali," ujarnya.

Tingkat Kepuasan Publik ke Jokowi Tinggi - Ma'ruf Rendah, IPO: Mungkin Wapres Tak Berani Tunjukkan Kerjanya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati