logo


Singapura Geram Dituding Surga bagi Koruptor, Wakil Ketua KPK: Kami Mohon Maaf

Nawawi menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia dan Singapura masih bekerja sama dalam upaya pemberantasan korupsi

10 April 2021 14:15 WIB

Nawawi Pomolango
Nawawi Pomolango Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mewakili lembaganya meminta maaf kepada pemerintahan Singapura atas pernyataan Deputi penindakan KPK Karyoto yang menyebut Singapura adalah surga bagi para koruptor.

"Saya kebetulan tidak terlalu menyimak pernyataan yang disampaikan Deputi Penindakan yang telah memunculkan respons dari pemerintah Singapura. Tapi yang pasti, kalau ada pernyataan-pernyataan yang mengatasnamakan lembaga yang telah menimbulkan ketidaknyamanan, tentu kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari pernyataan-pernyataan tersebut," kata Nawawi seperti dilansir detikcom, Sabtu (10/4/2021).

Nawawi menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia dan Singapura masih bekerja sama dalam upaya pemberantasan korupsi. Ia mengatakan bahwa Corrupt Practices Investigation (CPIB) sudah membantu Indonesia menangani bebapa kasus korupsi.


Tak Ada Fakta Baru yang Terungkap, Jaksa Tutup Kasus Djoko Tjandra

"Yang jelas, sejauh ini Indonesia dan Singapura melalui KPK dan CPIB (Corrupt Practices Investigation Bureau) terus menjalin kerja sama dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemberantasan korupsi, baik dalam hal pencegahan, pendidikan, dan bidang penindakan," jelas Nawawi.

"CPIB sudah sering membantu KPK dalam sejumlah penanganan perkara. Begitu juga dalam hal mutual legal assistance (MLA), seperti penanganan perkara Innospec, Garuda, dan bahkan e-KTP," tambahnya.

Lebih lanjut, Nawawi mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Singapura yang telah membantu penanganan kasus korupsi. Ia pun berharap hubungan Singapura dan Indonesia akan terus membaik.

Sebelumnya, Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan bahwa tersangka perkara dugaan korupsi proyek e-KTP Paulus Tannos bermukim di Singapura. Ia pun menyebut Singapura surga bagi para koruptor.  Namun pemerintah Singapura disebut marah atas pernyataan Karyoto tersebut.

"Begini, kalau yang namanya pencarian dan kemudian dia berada di luar negeri, apalagi di Singapura, secara hubungan antarnegara memang di Singapura nih kalau orang yang sudah dapat permanent residence dan lain-lain agak repot, sekalipun dia sudah ditetapkan tersangka," ucap Karyoto di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (6/4).

"Dan kita tahu bahwa satu-satunya negara yang tidak menandatangani ekstradisi yang berkaitan dengan korupsi adalah Singapura. Itu surganya koruptor, yang paling dekat adalah Singapura," imbuh Karyoto.

 

Terungkap! Emas Curian Pegawai KPK Digunakan untuk Hal Ini

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati