logo


Rusia Tak Akan Tinggal Diam jika Ukraina Serang Kelompok Separatis Pro-Moskow

Meningkatnya aktivitas militer Rusia di perbatasan Ukraina tentu saja menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah negara, tak terkecuali Ukraina dan negara-negara barat anggota NATO

10 April 2021 11:29 WIB

Tentara Rusia
Tentara Rusia sputniknews

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Sejumlah pejabat pemerintah Rusia mengatakan bahwa pasukan militernya yang kini sudah diterjunkan ke wilayah perbatasan dapat mengintervensi konflik perbatasan jika Ukraina meluncurkan serangan terhadap kelompok separatis pro-Moskow.

Menurut laporan intelijen yang dihimpun oleh The Guardian, berbagai artileri dan peralatan tempur Rusia seperti tank, peluncur roket, hingga rudal balistik jarak pendek sudah berada di dalam radius 150 mil dari perbatasan Ukraina.

Juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov, pada Jumat (9/4) menyebut wilayah perbatasan Rusia-Ukraina sebagai "bubuk mesiu" dimana dapat meledak jika situasi di wilayah tersebut semakin memanas. Ia juga mengatakan bahwa Rusia tidak akan tinggal diam jika ada rakyat sipil yang menjadi korban akibat serangan Ukraina terhadap kelompok separatis pro-Moskow.


Israel Klaim Iran Lakukan Uji Coba Peluncuran Rudal Nuklir Balistiknya

Sementara itu, Dmtry Kozak, deputi kepala staf kepresidenan Rusia, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung kelompok separatis yang berada di wilayah Ukraina, yang sejak 2019 lalu telah mengajukan permohanan menjadi warga negara Rusia.

"Ini semua tergantung dari ukuran pertempurannya," kata Kozak, dikutip The Guardian.

Meski sejauh ini masih belum jelas apakah pergerakan Rusia tersebut hanya sebatas taktik intimidasi atau memang merupakan hasil dari meningkatnya situasi konflik perbatasan Ukraina, namun jumlah personil militer Rusia yang diterjunkan ke wilayah perbatasan tersebut sangat masif sehingga memicu kekhawatiran dari Ukraina dan sejumlah negara anggota NATO.

Hubungan Bilateral AS-Rusia Memburuk, Rakyat AS Rugi $715 Miliar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia