logo


Respons Aturan Pakai Lagu Bayar Royalti, Iwan Fals: Kok yang di Ruang Digital Gak Ada, Padahal Penting

Iwan menyesalkan platform digital tak tergolong pihak yang harus membayar royalti atas penggunaan lagu.

10 April 2021 06:30 WIB

Iwan Fals
Iwan Fals Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Presiden Joko Widodo telah meresmikan PP No 56 tahun 2021 pada 30 Maret 2021 lalu.

PP itu menjelaskan bahwa penggunaan lagu atau musik secara komersial atau layanan publik diharuskan membayar royalti kepada pencipta atau pemegang hak cipta melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 ayat (1).

Adapun bentuk layanan publik yang bersifat komersial meliputi seminar dan konferensi komersial, restoran, kafe, pub, bistro, kelab malam, dan diskotek.


Nyanyi Lagu Orang Harus Bayar Royalti, Politikus PDIP: Tidak Masuk Akal Sama Sekali

Selain itu, ada konser musik, pesawat udara, bus, kereta api, kapal laut, pameran, bazar, bioskop, nada tunggu telepon, bank dan kantor, pertokoan, pusat rekreasi.

Lembaga penyiaran televisi, lembaga penyiaran radio, hotel, kamar hotel, fasilitas hotel dan usaha karaoke juga termasuk.

Namun, musisi kawakan Iwan Fals menilai bentuk layanan publik sebagaimana tercantum dalam PP No 56 itu masih kurang lengkap. Dia menyesalkan platform digital tak tergolong pihak yang harus membayar royalti atas penggunaan lagu.

“Lha kok yang di ruang digital kagak ada, padahal penting tuh,” cuitnya lewat akun Twitter @iwanfals, dikutip Sabtu (10/4).

Tegaskan Royalti Musik Telah Berlaku Sejak Lama, Pongki: Percuma Dikontroversikan Lagi

Halaman: 
Penulis : Iskandar