logo


Usai Terlibat Kisruh Demokrat, KSP Moeldoko Dipercaya Presiden Jokowi Jadi Pengarah Transisi TMII

Tim tersebut diberi waktu tiga bulan untuk mengurus pengelolaan TMII.

10 April 2021 04:00 WIB

Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko
Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – KSP Moeldoko masih dipercaya Presiden Joko Widodo meski terlibat dalam kisruh Partai Demokrat. Kali ini, Moeldoko didaulat menjadi pengarah tim transisi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin telah membentuk tim transisi pengelolaan TMII yang melibatkan Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, dan Kepala KSP Moeldoko sebagai pengarah.

“Di situ (tim transisi pengelolaan TMII) ada tim pengarah. Pertama ada Mensesneg, Mensekab, KSP. Selanjutnya ada tim ketuanya Sekretaris Mensesneg. Berikutnya tim asistensi ada BPKP, DJKM ada Kapolda Metro, Pangdam Jaya,” ujar KSP Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (9/4).


Enggan Berkomentar Soal Partai Demokrat, Moeldoko: Ini Kantor Kepresidenan

Untuk posisi ketua tim transisi TMII diserahkan kepada Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama. Tim tersebut diberi waktu tiga bulan untuk mengurus segala hal terkait pengelolaan TMII.

Moeldoko juga mengaku diamanati Presiden Jokowi untuk tampil menyampaikan persoalan mengenai pengelolaan TMII yang telah diambil alih oleh negara.

“Saya dapat perintah dari Pak Jokowi, Pak Presiden, untuk menyampaikan berkaitan dengan Taman Mini Indonesia, agar tidak simpang siur. Dan saya melengkapi dari apa yang sudah disampaikan oleh Pak Mensesneg,” kata Moeldoko.

Pengelolaan TMII, jelas Moeldoko, awalnya diatur melalui Kepres Nomor 51 Tahun 1977. Menurutnya, TMII kerap mengalami kerugian saat dikelola Yayasan Harapan Kita.

“Saya dapat informasi bahwa setiap tahun Yayasan Harapan Kita itu mensubsidi antara Rp 40 sampai Rp 50 miliar dan pastinya tidak memberikan kontribusi kepada negara,” ujar Moeldoko.

Soal Pendaftaran Merek Partai Demokrat Atas Nama Pribadi, Ahli Hukum Sebut Ada Kekhawatiran SBY

Halaman: 
Penulis : Iskandar