logo


Said Didu Sebut Erick Thohir Panen Proyek Mangkrak, Stafsus BUMN Balas Ini

Stafsus BUMN sebut sejumlah proyek tertunda lantaran adanya pandemi Covid-19.

9 April 2021 21:56 WIB

Arya Sinulingga
Arya Sinulingga Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga menanggapi pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu yang menyebut Menteri BUMN Erick Thohir akan panen proyek mangkrak. Menurutnya, penugasan tersebut memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

"Artinya apa, yang dikerjakan pemerintah langkah yang benar kalau nggak kan kita nggak punya infrastruktur yang bagus," katanya seperti dilansir detikcom, Jumat (8/4/2021).

Arya menjelaskan bahwa pemerintah telah membetuk Sovereign Wealth Fund (SWF). Dengan adanya SWF, maka investasi akan masuk membantu BUMN karya. Ia mengatakan bahwa sejumlah proyek tertunda lantaran adanya pandemi Covid-19.


Said Didu Kritik Soal Konstitusi Boleh Dilanggar, Mahfud Md: Yang Tak Belajar Pasti Kaget, Itu Ada Teorinya

"Tapi kita yakin tahun ini akan memberikan dampak yang baik masuknya investor kepada Waskita termasuk dalamnya adalah melalui SWF atau INA tadi," terangnya.

Sebelumnya, Said Didu mengatakan bahwa Menteri BUMN akan panen proyek mangkrak. Ia menyebut kinerja BUMN karya tertekan karena BUMN menggarap proyek-proyek yang dinilai tidak layak secara ekonomi.

Ia mengatakan bahwa pemerintah telah bekerja dengan baik karena memberi penyertaan modal negara (PMN) pada 2016-2017. Namun setelah itu BUMN tidak diberikan PMN sehingga harus menanggung utang.

"Kalau utang saya yakin betul karena margin, net margin rata-rata jasa konstruksi 4% net marginnya maka kalau mengambil utang yang bunganya 11-12% maka dipastikan akan rugi karena net marginnya rendah sekali," katanya dalam diskusi Narasi Institute.

"Saya paham betul, dan ini sebenarnya itu istilahnya Bung Arya kalau sudah hadir, Bung Arya dan Pak Erick Thohir panen proyek mangkrak," sambungnya.

Jokowi Minta Menkeu Bantu Bulog, Said Didu Beri Apresiasi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati