logo


Tanggapi Kontroversi Doa Semua Agama, Wamenag: Bukan untuk Publik!

Zainut mengatakan bahwa doa semua agama tidak perlu dipermasalahkan selama tidak menimbulkan mudharat.

9 April 2021 18:41 WIB

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid. mpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah pihak mengkritik ide Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang memberi kesempatan doa semua agama dalam kegiatan Kementerian Agama.

Sementara itu, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa kebijakan doa semua agama hanya berlaku di lingkungan internal Kementerian Agama. Ia mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan diterapkan di seluruh masyarakat Indonesia.

"Itu kan acara internal Kemenag, dan berkaitan acara rakernas Kemenag yang diikuti tidak hanya pejabat muslim, tapi juga pejabat nonmuslim. Untuk apa? Untuk merumuskan program kerja Kemenag, sehingga kalau misalnya diawali doa bersama nggak masalah," kata Zainut di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4/2021).


Syarat Umroh Harus Divaksin Standar WHO, Sinovac Belum

Zainut mengatakan bahwa doa semua agama tidak perlu dipermasalahkan selama tidak menimbulkan mudharat.

"Bukan untuk publik. Itu acara internal Kementerian Agama," tegasnya.

 

Siap-siap, Candi Prambanan Bakal Jadi Pusat Ibadah Hindu di Dunia

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati