logo


Krisis Imigran Ilegal di Perbatasan AS-Meksiko Diprediksi Bakal Semakin Memburuk

Kepala pasukan pengawas wilayah perbatasan AS memprediksi jika aliran imigran ilegal yang mencoba masuk ke AS akan semakin meningkat jika pemerintahan Joe Biden tidak melakukan tindakan pencegahan

9 April 2021 13:08 WIB

Gelombang imigran yang mencoba masuk ke wilayah AS
Gelombang imigran yang mencoba masuk ke wilayah AS istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan Kepala Pasukan Pengawas Perbatasan Amerika Serikat atau Customs and Border Protection (CBP) Victor Manjarrez mengatakan bahwa keputusan Joe Biden merevisi kebijakan imigrasi Donald Trump telah memicu meningkatnya aliran imigran ilegal yang masuk ke AS melalui perbatasan Meksiko. Gelombang imigran ilegal tersebut juga memicu terjadinya krisis kemanusiaan yang diperkirakan akan semakin memburuk.

Data yang dihimpun oleh CBP pada Kamis (8/4) mengungkap bahwa jumlah imigran ilegal yang berhasil diamankan oleh CBP selama bulan Maret mengalami peningkatan lebih dari 70 persen, dimana 172.331 imigran teridentifikasi masuk ke dalam perbatasan AS secara ilegal. Angka tersebut merupakan rekor terbesar bulanan selama lebih dari dua dekade terakhir.

"Jika anda melihat persepsi antara pemerintahan ini dan pemerintahan sebelumnya, seorang presiden (sebelumnya) tampaknya cenderung lebih tegas terkait keamanan perbatasan dan itu juga ada konsekuensinya," kata Manjarrez dalam sebuah wawancara dengan Sputniknews.


Kanselir Jerman Minta Putin Tarik Mundur Pasukan Militer Rusia di Perbatasan Ukraina

"(Presiden) yang sekarang (Joe Biden), secara esensi, hampir semua konsekuensi telah dicabut...lalu apa konsekuensi yang ada saat ini bagi seseorang (imigran ilegal) yang menyeberang masuk?" tambahnya.

Seperti diketahui, beberapa hari setelah resmi dilantik menjadi presiden AS pada Januari lalu, Joe Biden langsung merevisi sejumlah kebijakan yang sebelumnya diimplementasi oleh Donald Trump, salah satunya menghentikan program pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko, yang Donald Trump baru menyelesaikan 400 mil dari rencana awal sepanjang 2.000 mil. Tembok perbatasan tersebut digadang-gadang dapat memblokir aliran imigran ilegal ke wilayah AS.

Manjarrez, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala CBP untuk wilayah El Paso, Texas, Tucson, dan Arizona, memperkirakan jika aliran imigran ilegal yang mencoba masuk ke AS akan semakin meningkat jika pemerintahan Joe Biden tidak melakukan tindakan pencegahan.

"Ini akan menjadi sebuah kekacauan yang lebih besar karena jumlah (imigran ilegal) akan terus bertambah," tandasnya.

AS dan Filipina Khawatir dengan Peningkatan Aktivitas Militer China di Laut China Selatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×