logo


AS dan Filipina Khawatir dengan Peningkatan Aktivitas Militer China di Laut China Selatan

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan Filipina dikabarkan telah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon guna membahas mengenai kekhawatiran mereka terkait meningkatnya aktivitas militer China di Laut China Selatan

9 April 2021 12:44 WIB

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken Al Jazeera

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dikabarkan sudah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr, dimana keduanya menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai aktivitas kapal militer China di Laut China Selatan. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri AS dalam pernyataan tertulisnya.

"Kedua diplomat tinggi tersebut saling menyampaikan kekhawatiran mereka dengan masifnya kapal militan maritim China di Laut China Selatan, termasuk di Whitsun Reef, dan keduanya juga meminta RRC (pemerintah China) untuk mematuhi kesepakatan arbitrasi 2016 sesuai dengan Hukum Konvensi Laut," kata Kemenlu AS dalam pernyataan tertulisnya pada Kamis (8/4).

Pada kesempatan tersebut, Antony Blinken juga menegaskan kembali komitmen AS dalam perjanjian pertahanan AS-Filipina 1951 terkait situasi di Laut China Selatan.


Berbekal Senpi Rakitan dan Bom Molotov, Warga Sipil Myanmar Nekat Lawan Junta Militer

"Menlu Blinken dan Menlu Locsin menyambut baik kerjasama bilateral dan multilateral untuk masalah Laut China Selatan. Menlu Blinken juga membahas mengenai upaya pemerintahan AS dalam melawan kekerasan dan kebencian terhadap warga Asia di Amerika," tambahnya.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, China diketahui telah meningkatkan klaim teritorial maritim di kawasan Laut China Selatan, dimana mendapat pertentangan dari sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Tindakan China tersebut tentu saja mengusik Amerika Serikat yang merupakan negara sekutu Filipina dan Taiwan, sehingga Pentagon merespon peningkatan aktivitas militer China tersebut dengan mengirimkan armada tempurnya ke wilayah perairan tersebut.

 

Kanselir Jerman Minta Putin Tarik Mundur Pasukan Militer Rusia di Perbatasan Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×