logo


Syarat Umroh Harus Divaksin Standar WHO, Sinovac Belum

Yaqut meyakini perusahaan Sinovac sedang mengupayakan vaksinnya tersertifikasi WHO.

9 April 2021 06:00 WIB

Yaqut Cholil Qoumas
Yaqut Cholil Qoumas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Persyaratan ibadah umroh yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi, yakni calon jemaah harus divaksin sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Demikian disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Sementara itu, jelas Yaqut, vaksin Sinovac yang beredar saat ini belum tersertifikasi oleh WHO. Namun, dia meyakini perusahaan Sinovac sedang mengupayakan vaksinnya diakui dunia.

"Jadi persyaratan yang diberikan Pemerintah Saudi untuk bisa terima jemaah umroh, saya nggak bicara haji aja ya. Kalau umroh itu syaratnya adalah sudah divaksin. Kan sudah mulai dibuka mulai Ramadhan besok boleh umroh tapi yang sudah divaksin," kata Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4).


Austria Akan Beli Vaksin Buatan Rusia secara Mandiri Jika Uni Eropa Tak Segera Keluarkan Ijin

"Vaksinnya itu harus certificated WHO jadi sudah disertifikasi WHO, sementara Sinovac belum. Kalau belum itu bukan berarti tidak, pasti ada proses yang sedang dilakukan agar Sinovac ini bisa teregister oleh WHO," lanjutnya.

Tokoh GP Ansor itu menyadari adanya perang dagang atas kebijakan tersebut. Kendati begitu, dia tak ingin membahas lebih lanjut karena bukan ranahnya.

"Memang betul ada geopolitik ada perang dagang di situ. Tapi itu bukan domain saya untuk jelaskan. Tapi ya itu kira-kira kalau ngomong soal umroh, itu bisa, umroh Ramadhan sudah bisa tapi harus vaksin dan vaksinnya harus sertifikat WHO," tegasnya.

PSK di Brazil Blokir Jalan, Minta Dimasukkan dalam Daftar Prioritas Penerima Vaksin Covid

Halaman: 
Penulis : Iskandar