logo


Berbekal Senpi Rakitan dan Bom Molotov, Warga Sipil Myanmar Nekat Lawan Junta Militer

Sebuah bentrokan dilaporkan kembali terjadi antara pihak junta militer Myanmar dengan warga sipil bersenjatakan senjata rakitan dan bom molotov di kota Taze, Myanmar

8 April 2021 20:52 WIB

Warga sipil Myanmar memprotes aksi kudeta pemerintahan yang dilakukan oleh junta militer
Warga sipil Myanmar memprotes aksi kudeta pemerintahan yang dilakukan oleh junta militer Al Jazeera

YANGON, JITUNEWS.COM - Demonstran sipil Myanmar dikabarkan melakukan serangan balasan dengan menggunakan senjata rakitan dan bom molotov terhadap pihak junta militer yang melakukan tindak kekerasan usai mengambil alih pemerintahan melalui aksi kudeta. Sejumlah media lokal, seperti Myanmar Now dan Irrawaddy News pada Kamis (8/4) melaporkan bahwa insiden bentrokan yang terjadi di kota Taze tersebut menewaskan 11 warga sipil.

Sebelumnya, enam truk yang membawa personil militer Myanmar telah dikerahkan untuk membubarkan aksi demonstrasi di kota Taze pada Rabu (7/4) dimana saat itu para pendemo melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata rakitan, pisau dan bom molotov. Perlawanan yang dilakukan oleh warga sipil tersebut memaksa pihak militer mengirimkan tambahan personil.

Bentrokan terus terjadi hingga Kamis pagi dimana sedikitnya 11 pendemo tewas dan 20 lainnya mengalami luka-luka. Lembaga Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) mencatat jumlah warga sipil yang terbunuh oleh junta militer Myanmar kini sudah lebih dari 600 orang.


Presiden Brazil: Tidak Akan Ada Aturan Lockdown secara Nasional

Untuk diketahui, Taze adalah sebuah kota yang berlokasi tidak jauh dari kota Kale, dimana sedikitnya 12 warga sipil tewas dalam bentrokan serupa pada Rabu (7/4).

"Ada banyak pemburu yang berada di dalam hutan di wilayah Taze dan Kale," kata Hein Min Hteik, seorang warga sekaligus aktivis anti-junta militer, dikutip Reuters.

"Para pemburu tersebut mempunyai senjata rakitan, dan sekarang mereka keluar dengan persenjataan mereka untuk melindungi penduduk lokal yang berada di bawah serangan junta militer," tambahnya.

AS Peringatkan China Tak Usik Taiwan dan Filipina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia