logo


Irak Yakin Bisa Hadapi Ancaman Teroris Tanpa Bantuan Pasukan Koalisi AS

PM Irak mengatakan bahwa pihaknya tidak lagi memerlukan bantuan pasukan koalisi AS untuk menghadapi potensi serangan teroris

8 April 2021 17:00 WIB

Pasukan AS di Irak
Pasukan AS di Irak istimewa

BAGHDAD, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Irak Mustafa Al Kadhimi pada Rabu (7/4) mengatakan bahwa Irak kemungkinan tidak memerlukan bantuan pasukan koalisi internasional untuk menghadapi ancaman terorisme.

"Pertumbuhan yang signifikan dari potensi kemampuan pasukan keamanan kami dan sifat ancaman teroris yang berubah di seluruh dunia dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi dasar bagi adanya penarikan sekitar 60 persen pasukan koalisi internasional dari Irak ... Hal ini memungkinkan Irak untuk pindah ke tahap di mana tidak memerlukan lagi kehadiran pasukan asing," kata perdana menteri tersebut dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Sputniknews.

Ia menambahkan bahwa bantuan pasukan militer asing dapat segera dibatasi pada ranah dukungan logistik dan pertukaran informasi intelijen hingga pasukan Irak berhasil mencapai kemampuan untuk mandiri di berbagai sektor.


AS Sepakat Tarik Pasukan Militernya Keluar dari Irak

Meski sebagian besar pasukan koalisi internasional yang dipimpin oleh AS akan ditarik keluar dari Irak, namun Al Kadhimi mengatakan bahwa pihaknya masih membutuhkan dukungan dari AS di berbagai sektor diluar ranah militer, seperti kerjasama di bidang politik, ekonomi, kesehatan dan kebudayaan.

Seperti diberitakan sebelumnya, melalui proses negosiasi yang dilakukan oleh sejumlah delegasi kedua negara, Amerika Serikat setuju untuk menarik pasukan militernya keluar dari wilayah Irak, dalam jumlah signifikan. AS juga akan menyerahkan sejumlah fasilitas pangkalan militernya bagi pasukan Irak.

"Kedua pihak telah sepakat bahwa tidak akan ada lagi pangkalan militer (asing) di Irak," kata Penasihat Keamanan Nasional Irak Qassem Al Araji, dalam konferensi pers pada Rabu (7/4).

"Washington berjanji untuk menarik pasukan militernya dalam jumlah yang signifikan dari wilayah Irak," tambahya.

Austria Akan Beli Vaksin Buatan Rusia secara Mandiri Jika Uni Eropa Tak Segera Keluarkan Ijin

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×