logo


Soal Larangan Mudik, Pakar Transportasi Beri Saran

Djoko menyarankan frasa larangan diganti dengan pengaturan dan pengendalian mudik.

8 April 2021 14:01 WIB

Ilustrasi kemacetan.
Ilustrasi kemacetan. dok. jitunews.com

SOLO, JITUNEWS.COM - Pakar transportasi nasional, Djoko Setijowarno, menyoroti soal larangan mudik. Ia mempertanyakan bagaimana nasib para pekerja lepas yang tinggal di daerah lain tapi tidak bisa pulang ke kampung halaman.

"Bagi pekerja konstruksi penghasilan mingguan di manapun berada, akan mengalami masa jeda sekitar dua minggu tidak bekerja di masa lebaran. Tidak dapat pulang kampung halaman dan tidak ada jaminan hidup selama dua minggu berada di lokasi pekerjaan," ujar Djoko kepada wartawan di Solo, Kamis (8/4).

"Siapa yang bakal menanggung ongkos hidup selama dua minggu tersebut. Padahal, penghasilan mingguan hanya cukup menutup kebutuhan hidup dirinya di perantauan dan dikirim keluarga di kampung halaman selama seminggu," lanjutnya.


Tegaskan Larang Mudik, Menhub Budi Karya: Tinggal di Rumah Saja

Djoko menyarankan frasa larangan diganti dengan pengaturan dan pengendalian mudik.

"Frasa larangan diganti dengan pengaturan dan pengendalian karena masyarakat sudah alergi dengan frasa pengaturan. Jadi cukup dengan pengaturan saja," ujarnya.

Mudik Dilarang Tapi Tempat Wisata Buka, Puan: Kebijakan Tak Boleh Membingungkan Masyarakat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata