logo


Banyak Tokoh Temui Gibran di Solo, PKS: Mereka Berharap Keajaiban Terulang

PKS berharap para tokoh tidak hanya berkunjung ke Kota Solo saja, namun juga daerah lain di Indonesia.

8 April 2021 12:30 WIB

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bertemu Gibran Rakabuming Raka di Loji Gandrung, Solo, Rabu (7/4/2021)
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bertemu Gibran Rakabuming Raka di Loji Gandrung, Solo, Rabu (7/4/2021) Facebook Pemkot Solo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah tokoh nasional, mulai dari menteri, petinggi partai hingga terbaru Komisaris Utama PT PErtamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengunjungi Kota Solo untuk menemui putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Kunjungan para tokoh tersebut menjadi sorotan publik, termasuk Wasekjen PKS Ahmad Fathul Bahri.

Ahmad Fathul Bahri menilai ada kepentingan politik dari kunjungan sejumlah tokoh terutama dari kalangan politikus. Ia menduga petinggi parpol yang menemui Wali Kota Solo itu berharap kisah Jokowi sebelum menjadi presiden terulang. Berawal dari Wali Kota Solo kemudian maju di Pilgub DKI hingga Pilpres.

"Kalau yang datang itu para pengurus partai politik, mungkin saja mereka berharap ada keajaiban yang terulang dari kisah Pak Jokowi, sehingga saat ini mereka sudah penjajakan, atau bahkan mungkin menjadikan Gibran sebagai penyambung komunikasi politik," kata  Ahmad Fathul Bahri seperti dilansir merdeka.com, Kamis (8/4/2021).


Minta Pelaku Wisata Bersabar Soal Larangan Mudik, Gibran Yakinkan Ekonomi Membaik Mulai Juni

Ahmad Fathul Bahri berharap para tokoh tidak hanya berkunjung ke Kota Solo saja, namun juga daerah lain di Indonesia.

"Bukan hanya ke Kota yang Walikotanya merupakan anak Presiden, sehingga kinerja daerah bisa didukung dan masyarakat mendapatkan manfaat luas, bukan hanya sekadar pejabatnya yang mendapat manfaat," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menilai kunjungan para tokoh tersebut menggambarkan bahwa dinasti politik itu masih ada. Meski demikian, ia berharap Gibran fokus pada tugasnya sebagai wali kota.

"Yang jelas itu semua menjadi gambaran bahwa kritik mengenai politik dinasti menemukan konteksnya. Tetapi semoga Gibran lebih fokus untuk bekerja melayani masyarakat, bukan hanya sibuk melayani pejabat dan pimpinan partai politik," pungkasnya.

 

Bertemu Gibran di Loji Gandrung, Ahok Nostalgia

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati