logo


Tegaskan Larang Mudik, Menhub Budi Karya: Tinggal di Rumah Saja

Kemenhub telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk merealisasikan kebijakan pemerintah soal larangan mudik.

8 April 2021 07:00 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bakal konsisten dalam menindaklanjuti kebijakan larangan mudik.

“Menko PMK sudah mengeluarkan dan menetapkan mudik lebaran dilarang dari 6 sampai 17 Mei. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan secara konsisten akan menindaklanjuti secara lebih detail,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi saat konferensi pers bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (7/4).

Budi menjelaskan, lonjakan kasus Covid-19 terjadi setelah libur panjang maupun mudik. Pada Januari 2021 atau selepas libur Natal dan Tahun Baru, jumlah kasus kematian tenaga kesehatan akibat Covid-19 mengalami kenaikan.


Menko PMK: Mudik Ditiadakan, Usaha Harus Tetap Berjalan

Tak hanya di Indonesia, sejumlah negara di Eropa dan Asia juga mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Berdasarkan catatan tersebut, kata Budi, pemerintah akhirnya memutuskan untuk meniadakan mudik Hari Raya Idulfitri 2021 demi keselamatan bersama.

Dia menambahkan, Kemenhub hingga saat ini telah mengambil langkah-langkah mitigasi. Pihaknya melakukan koordinasi dengan Korlantas terkait transportasi darat.

”Kami akan secara tegas melarang mudik dan melakukan penyekatan di lebih dari 300 lokasi. Kami menyarankan agar bapak dan ibu tidak meneruskan rencana mudik dan tinggal di rumah,” ujarnya.

Untuk transportasi laut, Kemenhub hanya akan memberikan fasilitas bagi orang yang dikecualikan dalam kebijakan larangan mudik. Begitu juga kereta api, Kemenhub bakal mengurangi layanan dan hanya mengoperasikan kereta luar biasa.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami tegas melarang mudik dan kami juga mengimbau bapak dan ibu yang berkeinginan mudik untuk tinggal di rumah saja,” tuntas Budi.

Terkait Mudik, Menko PMK Sebut Biaya Penanganan Covid Lebih Tinggi dari Keuntungan Ekonomi

Halaman: 
Penulis : Iskandar