logo


Dukung Geliat Sektor Pariwisata, Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Infrastruktur 5 DPSP

Menteri Basuki menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur DPSP mencakup konektivitas, Sumber Daya Air, permukiman, dan perumahan

7 April 2021 21:32 WIB

Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur
Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur Kementerian PUPR

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pihaknya terus mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yakni Danau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, dan Manado-Bitung-Likupang. Ia mengatakan pembangunan infrastruktur pada setiap DPSP direncanakan secara terpadu sehingga memberi dampak ekonomi terhadap masyarakat dan bangsa, terutama pasca pandemi Covid-19.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul. Prinsipnya adalah merubah wajah kawasan dilakukan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional,” kata Menteri Basuki melalui keterangan resminya, Rabu (7/4/2021).

Menteri Basuki menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur DPSP mencakup konektivitas, Sumber Daya Air, permukiman, dan perumahan. Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19.


Refocusing Program Padat Karya Tunai TA 2021, Menteri Basuki: Untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Diketahui, anggaran DPSP Danau Toba TA 2021 sebesar Rp 1,07 triliun untuk 21 kegiatan diantaranya preservasi jalan dan jembatan Batas Kabupaten Dairi-Dolok Sanggul dan penanganan jalan akses wisata rohani di Kabupaten Samosir. Kemudian juga penataan Kampung Ulos Huta Raja dan Huta Siallaga serta peningkatan kualitas rumah swadaya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk pondok wisata (homestay).

Kemudian, anggaran DPSP Borobudur sebesar Rp 0,90 triliun untuk 19 kegiatan meliputi konektivitas, pengendali banjir serta sarana dan prasarana penunjang pariwisata seperti preservasi Jalan Pringsurat-Secan-Keprekan dan prasarana pengendali banjir Sungai Serang untuk mengurangi risiko banjir kawasan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kabupaten Kulon Progo.

Selanjutnya angagaran DPSP Mandalika sebesar Rp 0,95 triliun untuk 17 kegiatan diantaranya pembangunan Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) - Mandalika 2 dan penataan kawasan 3 Gili di Lombok Utara. Kemudian dukungan infrastruktur Labuan Bajo sebesar Rp 630 miliar untuk 26 kegiatan diantaranya optimalisasi Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Labuan Bajo, pembangunan pengaman pantai dan Dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, penataan trotoar dan drainase Jalan Soekarno Atas, serta penataan kawasan wisata Goa Batu Cermin.

Terakhir untuk DPSP Manado-Bitung-Likupang sebesar Rp 480 miliar digunakan untuk 25 kegiatan di antaranya penanganan Jalan Girian-Likupang dan penataan kawasan Pantai Malayang Kota Manado.

Kementerian PUPR berharap dengan pembangunan infrastruktur di setiap DPSP maka akan tercipta penataan ruang publik yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal budaya daerah. Dengan demikian, sektor pariwisata diharapkan mampu membantu pertumbuhan ekonomi lokal.

 

Resmikan Tol Layang A.P. Pettarani, Menteri Basuki Berharap Perkuat Distribusi Logistik Wilayah Indonesia Timur

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati