logo


Status Darurat Nasional Myanmar Kemungkinan Diperpanjang Hingga Dua Tahun

Juru bicara junta militer mengatakan bahwa pihaknya kemungkinan akan memperpanjang status darurat nasional selama dua tahun.

7 April 2021 19:30 WIB

Militer Myanmar
Militer Myanmar reuters

YANGON, JITUNEWS.COM - Juru bicara junta militer Myanmar, Brigadier Jenderal Zaw Min Tun menolak untuk menjelaskan kapan pihaknya akan menggelar pemilu Myanmar. Ia mengatakan bahwa kemungkinan pihak militer akan memperpanjang status darurat nasional di Myanmar.

Seperti diketahui, usai mengambil alih pemerintahan melalui aksi kudeta pada 1 Februari lalu, junta militer mengumumkan status darurat nasional selama setidaknya satu tahun.

"Dalam waktu satu tahun, kami akan mengupayakan kestabilitas negara, tapi jika kami tidak bisa kami akan memperpanjang status darurat selama enam bulan. Setelah itu, kemungkinan akan diperpanjang enam bulan lagi," kata Zaw Min Tun dikutip Al Jazeera.


Amnesty Internasional Sebut Rusia Ingin Bunuh Alexei Navalny secara Perlahan

"Jadi, dua tahun maksimum dan sesudahnya, kami akan mengundang pihak internasional untuk mengawasi proses pemilu yang adil dan bebas," tambahnya.

Seperti diketahui, pihak militer Myanmar tidak mengakui hasil penghitungan suara pemilu yang digelar pada November 2020 lalu, yang dimenangkan oleh Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi.

Iran Siap Kembali Patuhi Aturan JCPOA

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia