logo


Respons PP No 56, Julian Jacob Persilakan Lagunya Diputar Sepuasnya Tanpa Harus Bayar Royalti

Julian merasa karyanya diapresiasi meski cukup didengar.

7 April 2021 13:29 WIB

Julian Jacob
Julian Jacob Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Musisi muda Julian Jacob menanggapi aturan pembayaran royalti atas penggunaan lagu atau musik secara komersial maupun layanan publik. Kekasih Brisia Jodie ini memastikan tidak akan meminta bayaran terhadap tempat yang memutar lagunya.

“Untuk supermarket, hotel, toko kecil, warung, kuli bangunan yang lagi kerja, atau siapapun yang ingin putar lagu saya di tempat publik. Dipersilahkan memutar sepuas hati tanpa perlu kasih royalti ke saya,” tulisnya di akun Twitter @JulianJacs1794.

Pelantun Layarkan ini justru merasa bangga saat lagunya diputar di tempat umum. “Karena dengan itu saja saya merasa karya saya diapresiasi,” jelasnya.


Radio dan Kafe Diminta Bayar Royalti Lagu, Begini Tanggapan Iwan Fals

Julian memang memiliki dua pandangan terkait peraturan baru tentang hak cipta. “Sebenarnya antara setuju dan tidak setuju sih dengan adanya peraturan baru tentang hak cipta lagu jika diputar di tempat umum harus bayar royalti,” lanjutnya.

Mantan pacar Marion Jola ini mengaku tidak keberatan jika karyanya dinikmati pendengar. Kendati begitu, Julian juga tak mengabaikan sisi positif dari peraturan tersebut.

“Intinya, untuk musisi yang berjuang sendiri seperti saya, saya sama sekali tidak keberatan jika karya saya dinikmati tanpa batas,” ungkapnya.

“Bagusnya adalah akhirnya suara musisi di luar sana didengarkan dan diapresiasi. Enggak bagusnya adalah memperibet dan justru mempersempit ruang pendengar untuk berekspresi,” terang dia.

Menyadari bahwa pendapatnya itu menuai pro-kontra, Julian tak lupa menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Sebagaimana hak individu, dia merasa harus mengeluarkan apa yang ia rasakan.

“Dengan segala hormat, saya meminta maaf atas cuitan saya yang ternyata bersifat misleading / salah paham kepada beberapa pihak,” kata Julian.

“Tujuan saya hanya ingin menyuarakan hati dari apa yang saya dan teman - teman rasakan dan tidak berniat untuk menyudutkan siapapun,” tutupnya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi telah meneken PP No 56 tahun 2021 pada 30 Maret 2021. Dalam PP itu, dijelaskan bahwa penggunaan lagu atau musik secara komersial atau layanan publik diharuskan membayar royalti kepada pencipta atau pemegang hak cipta melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 ayat (1).

Adapun bentuk layanan publik yang bersifat komersial meliputi seminar dan konferensi komersial, restoran, kafe, pub, bistro, kelab malam, dan diskotek.

Selain itu ada konser musik, pesawat udara, bus, kereta api, kapal laut, pameran, bazar, bioskop, nada tunggu telepon, bank dan kantor, pertokoan, pusat rekreasi. Termasuk lembaga penyiaran televisi, lembaga penyiaran radio, hotel, kamar hotel, fasilitas hotel dan usaha karaoke.

Lahir Prematur, Audi Marissa Sedih Belum Bisa Peluk Anaknya

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×