logo


Putar Lagu Bayar Royalti, Gus Nadir: Ceramah Ngutip dari Twitter dan Buku Penulis Juga

Pengguna lagu atau musik secara komersil dalam bentuk layanan publik diminta membayar royalti kepada pencipta atau pemilik hak.

7 April 2021 05:00 WIB

Rais Syuriah pengurus cabang istimewa (PCI) NU di Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah pengurus cabang istimewa (PCI) NU di Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen Twitter @na_dirs

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Cendekiawan muslim Nadirsyah Hosen atau karib disapa Gus Nadir merespons aturan pemerintah tentang royalti bagi musisi. Dia mengusulkan pengenaan royalti tak hanya berlaku pada hak cipta lagu, melainkan setiap penggunaan kutipan dari status media sosial maupun buku.

“Usul: mereka yang khutbah dan ceramah dengan mengutip status fb dan twitter atau website dan buku penulis juga harus bayar royalti,” cuit tokoh Nahdlatul Ulama itu di akun Twitter @na_dirs, dikutip Rabu (7/4).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik.


Pemberantasan Radikalisme Tak Konsisten, Teddy PKPI Minta Jokowi Segera Ganti Para Pembantunya

PP tersebut memberikan pelindungan dan kepastian hukum terhadap pencipta, pemegang hak cipta, dan pemilik hak terkait terhadap hak ekonomi atas lagu dan/atau musik serta setiap orang yang melakukan penggunaan secara komersial lagu dan/atau musik dibutuhkan pengaturan mengenai Pengelolaan Royalti Hak Cipta lagu dan/atau musik.

Aturan itu mewajibkan semua orang yang menggunakan lagu atau musik secara komersil dalam bentuk layanan publik untuk membayar royalti kepada pencipta, pemegang hak cipta, atau pemilik hak.

“Setiap orang dapat melakukan Penggunaan Secara Komersial lagu dan/atau musik dalam bentuk layanan publik yang bersifat komersial dengan membayar Royalti kepada Pencipta, Pemegang Hak Cipta, dan/atau pemilik Hak Terkait melalui LMKN,” bunyi pasal 3 ayat 1.

Sebagaimana Pasal 3 ayat 2, tempat dan jenis kegiatan yang akan dikenai royalti terhadap sebuah karya cipta antara lain, seminar dan konferensi komersial, restoran, kafe, pub, bar, bistro, kelab malam, dan diskotek.

Pernikahan Atta-Aurel Dihadiri Presiden, Haikal Hassan Ungkit Acara Pernikahan Putri HRS

Halaman: 
Penulis : Iskandar