logo


Mantan Penasihat Keamanan AS Desak Norwegia Batalkan Perjanjian Perdagangan dengan China

John Bolton menilai China merupakan ancaman bagi keamanan nasional negara barat dan negara demokrasi lainnya.

6 April 2021 17:36 WIB

John Bolton (kanan) dan Donald Trump (kiri)
John Bolton (kanan) dan Donald Trump (kiri) Tempo.co

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan penasihat keamanan AS John Bolton memperingatkan pemerintah Norwegia untuk tidak mengupayakan adanya perjanjian perdagangan dengan China karena Beijing adalah sebuah ancaman terhadap negara-negara demokratis. Oleh karena itu, ia meminta negara barat untuk tidak bekerja sama dengan China dalam hal perdagangan.

"Baik secara militer, politik, ekonomi, dan sosial, China kini merupakan sebuah ancaman yang nyata bagi negara demokrasi Barat. China tidak lagi sebuah negara komunis, tapi mereka sebuah negara otoriter, yang mana menebarkan ancaman terhadap seluruh spektrum kepentingan kita," kata mantan penasihat keamanan AS era Donald Trump tersebut dalam sebuah wawancara, dikutip Sputniknews.

Menurutnya, jika AS dan Eropa dapat meningkatkan kerjasama satu dengan yang lain, maka hal itu dapat menimbulkan dampak yang signifikan.


China Bakal Tingkatkan Aktivitas Militernya di Dekat Taiwan

"Situasinya saat ini, Norwegia seharusnya tidak menandatangani sebuah kesepakatan perdagangan dengan China. China tidak mempraktekkan perdagangan bebas," tambahnya.

Negosiasi mengenai perjanjian perdagangan bebas antara Cina dan Norwegia sebenarnya sudah dimulai pada awal 2008 lalu. Namun, semua pembicaraan hingga kini masih dibekukan oleh Beijing menyusul keputusan Norwegia untuk memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepada aktivis demokrasi Cina Liu Xiaobo. Negosiasi tersebut tidak dilanjutkan sampai Perdana Menteri Erna Solberg dan Raja Harald melanjutkan apa yang sebagian besar dilihat sebagai perjalanan rekonsiliasi ke Beijing pada musim gugur 2018 lalu.

"Saya tahu beberapa pejabat pemerintah Norwegia, dan (kesepakatan dengan China) itu membuat saya kecewa. Anda harus melihat keseluruhan isu keamanan yang ditimbulkan oleh perdagangan dengan China. COntohnya, mereka telah mengubah produk komersial seperti telekomunikasi menjadi sebuah senjata. Huawei adalah kaki tangan pemerintah China. Disini kita harus berpikir mengenai pembelaan diri, dan semakin cepat kita melakukannya, itu lebih baik," tandasnya.

Selandia Baru Mulai Ijinkan Wisatawan Australia Masuk Tanpa Karantina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia