logo


Kecam Telegram Kapolri Soal Larangan Media Liput Arogansi Aparat, AJI: Halangi Kerja Jurnalis

Kapolri diminta fokus menertibkan bawahannya yang melakukan tindakan kekerasan.

6 April 2021 14:47 WIB

Listyo Sigit Prabowo
Listyo Sigit Prabowo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sasmito Madrim mengecam telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang meminta agar media tidak menyiarkan tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. Ia mengatakan bahwa telegaram tersebut berpotensi menghalangi tugas jurnalis.

"Terutama poin satu berpotensi menghalangi kinerja jurnalis. Karena di dalamnya tertulis media dilarang menyiarkan tindakan kepolisian yang menampilkan kekerasan," kata Sasmito Madrim seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (6/4/2021).

Sasmito Madrim meminta Listyo Sigit agar mencabut telegram tersebut. Ia mengatakan bahwa selama ini aparat kepolisian kerap melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat, termasuk jurnalis.


Fakta Terbaru Pasutri Bomber Makassar, Dinikahkan oleh Tersangka Teroris Hingga Beri Wasiat...

"AJI meminta ketentuan itu dicabut jika dimaksudkan untuk membatasi kinerja jurnalis," ujarnya.

Menurutnya, Listyo Sigit lebih baik fokus menertibkan bawahannya yang melakukan tindakan kekerasan. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terulang kembali tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

"Terbaru, kasus Jurnalis Tempo, Nurhadi di Surabaya. Bukan sebaliknya memoles kegiatan polisi menjadi humanis," ucapnya.

Jurnalis BBC Angkat Kaki dari China, Uni Eropa Desak Beijing Junjung Tinggi Kebebasan Pers

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati